Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KY Mulai Seleksi 13 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc, Ini Rinciannya

Komisi Yudisial (KY) mulai menyeleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA).
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  12:18 WIB
Gedung Mahkamah Agung Indonesia. - Dok. Istimewa
Gedung Mahkamah Agung Indonesia. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) mulai menyeleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA). Seleksi akan dimulai dari tahap wawancara yang dilakukan pada hari ini sampai 4 Desember 2020.

Ada 13 calon hakim agung dan ad hoc yang akan mengikuti seleksi tersebut. Ke 13 calon tersebut akan diseleksi untuk mengisi posisi sejumlah kamar hakim di MA mula dari kamar tindak pidana korupsi (Tipikor), pengadilan hubungan industrial (PHI) dan tata usaha negara atau TUN.

"KY menggelar wawancara terbuka seleksi calon hakim agung dan calon hakim ad hoc di MA pada Rabu - Jumat, 2 - 4 Desember 2020 secara daring," demikian penjelasan resmi KY sebagaimana dikutip Bisnis, Rabu (2/12/2020).

Adapun jumlah calon yang akan berebut kursi di kamar Tipikor sebanyak tujuh orang mereka adalah Sinintha Yuliansih Sibarani, Rodjai S Irawan, Yama Dewita, Felix Da Lopez, Mulijanto, Banelaos Naipospos, dan Petrus Paulus Maturbongs.

Sementara untuk calon hakim PHI sebanyak lima orang yakni Andari Yuriko Sari, Achmad Jaka Mardinata, Parmonangan Siregar dan Yanto Yunus. Sedangkan calon hakim di kamar TUN hanya satu orang yakni Triyanto Martanto.

Seleksi hakim agung dan ad hoc tersebut dimulai dengan tahap wawancara yang akan dilakukan oleh sejumlah pakar.

Beberapa pakar di antaranya pakar kenegarawanan Bagir Manan dan Nasaruddin Umarerta pakar hukum kamar Zahrul Rabain, Parman Soeparman, dan Hary Djatmiko.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahkamah agung komisi yudisial calon hakim agung BAGIR MANAN
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top