Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penasihat Covid-19 Trump yang Kontroversial Akhirnya Mengundurkan Diri

Atlas tidak memiliki keahlian atau pengalaman dalam penyakit menular atau epidemiologi, namun tetap dipilih oleh Trump untuk memberi nasihat kepada presiden tentang pandemi tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  09:31 WIB
Scott Atlas/Abaca - Bloomberg/Yuri Gripas
Scott Atlas/Abaca - Bloomberg/Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA - Scott Atlas mengundurkan diri sebagai penasihat khusus Presiden Donald Trump. Selama empat bulan, Atlas secara kontroversial menyerang program kesehatan masyarakat berbasis sains dan berulang kali bentrok dengan anggota gugus tugas virus Corona.

"Saya menulis untuk mengundurkan diri dari posisi saya sebagai Penasihat Khusus Presiden Amerika Serikat," kata Atlas dalam sebuah surat kepada Trump tertanggal 1 Desember seperti dikutip FoxNews.com, Selasa.

Atlas kemudian mengonfirmasi pengunduran dirinya dalam sebuah tweet.

Atlas adalah neuroradiolog dan mitra Institut Hoover yang merupakan bagian dari lembaga di bawah Universitas Stanford, tempat dia menangani kebijakan perawatan kesehatan.

Dia tidak memiliki keahlian atau pengalaman dalam penyakit menular atau epidemiologi, namun tetap dipilih oleh Trump untuk memberi nasihat kepada presiden tentang pandemi tersebut.

Atlas bergabung dengan Gedung Putih musim panas ini. Dia berselisih pendapat dengan ilmuwan terkemuka Amerika, termasuk Anthony Fauci dan Deborah Birx, karena menolak upaya yang lebih kuat untuk mengatasi pandemi.

Atlas menyerang tindakan protokol kesehatan masyarakat seperti masker, perintah tinggal di rumah, dan jarak sosial.

Dia meminta penduduk Michigan untuk "bangkit" melawan pembatasan yang diberlakukan oleh Gubernur Gretchen Whitmer, yang telah menjadi sasaran penculikan, yang mengarah pada seruan untuk pemecatannya.

Atlas berulang kali meremehkan ancaman virus, yang telah menewaskan lebih dari 265.000 orang Amerika Serikat dan mempromosikan gagasan bahwa AS harus bertujuan untuk mencapai "kekebalan kelompok".

Padahal strategi itu mungkin akan mengakibatkan jutaan kematian sehingga berulang kali ditegur oleh pakar kesehatan masyarakat dan penyakit menular, selain Universitas Stanford dan Senat fakultas Stanford.

Pandangan Atlas juga mendorong Stanford mengeluarkan pernyataan yang menjauhkan dirinya dari anggota fakultas tersebut.

Atlas disebut "telah menyatakan pandangan yang tidak konsisten dengan pendekatan universitas dalam menanggapi pandemi".

“Kami mendukung penggunaan masker, jarak sosial, dan melakukan pengawasan dan pengujian diagnostik,” kata pihak universitas pada 16 November lalu.

Lembaga pendidikan itu juga percaya akan pentingnya mengikuti secara ketat panduan dari otoritas kesehatan lokal dan negara bagian.

Atlas dikritik tajam oleh para ahli kesehatan masyarakat, termasuk Fauci, ahli penyakit menular terkemuka AS. Alasannya dia memberikan informasi yang menyesatkan atau tidak benar tentang pandemi virus kepada Trump.

Dia dinilai telah meremehkan pentingnya masker wajah dan bulan ini mengatakan bahwa penguncian telah menjadi "kegagalan besar" dalam menghentikan penyebaran virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Donald Trump

Sumber : FoxNews.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top