Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Sigi, Menko Polhukam: Kami Akan Bertindak Lebih Tegas Lagi

Mahfud MD memastikan bahwa pemerintah bakal menindak tegas Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, pimpinan Ali Kalora yang menghabisi satu keluarga di Sigi, Sulteng.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 30 November 2020  |  14:17 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/11/2020)./Antara - HO/Humas Kemenko Polhukam
Menko Polhukam Mahfud MD saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/11/2020)./Antara - HO/Humas Kemenko Polhukam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD memerintahkan aparat keamanan untuk memperketat pengamanan.

Hal ini disampaikan Menko Polhukam menyusul pembantaian terhadap satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah, diduga oleh kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

"Pemerintah juga memerintahkan kepada aparat keamanan untuk memperkuat dan memperketat penjagaan serta pengamanan terhadap warga dari ancaman terorisme dan pihak-pihak yang ingin mengacau keamanan dan ketertiban di wilayah itu," kata Mahfud dalam jumpa pers yang ditayangkan di kanal YouTube Kemenkopolhukam, Senin (30/11/2020).

Dia memastikan bahwa pemerintah menjamin keamanan warga di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini, lanjut dia, termasuk bagi warga di Kabupaten Sigi, Sulteng.

"Terutama setelah terjadinya tindakan teror dan kekerasan terhadap warga di wilayah itu. pemerintah mengimbau kepada seluruh warga, khususnya masyarakat Kabupaten Sigi, Sulteng, agar tidak terpancing oleh upaya-upaya provokasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu," ucap Mahfud.

Dia memastikan bahwa pemerintah bakal menindak tegas Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, pimpinan Ali Kalora yang menghabisi satu keluarga di Sigi, Sulteng.

Mahfud mengatakan saat ini pemerintah telah memerintahkan aparat keamanan melalui Satgas Operasi Tinombala untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku.

"Kami akan mengambil langkah-langkah yang tegas dan sudah mengambil langkah-langkah yang tegas dan akan diteruskan secara lebih tegas lagi. Operasi ini dipimpin oleh Polri dalam tim atau satgas Tinombala yang karena Kapolrinya berhalangan hadir maka pimpinan komando di lapangan akan disampaikan pesan dari Panglima TNI," ujarnya.

Mahfud mengatakan bahwa peristiwa ini buka perang suku apalagi perang agama. Dia menegaskan peristiwa ini dilakukan oleh kelompok kejahatan yang bernama MIT pimpinan Ali Kalora yang tidak bisa disebut mewakili agama tertentu.

"Ini sebenernya adalah upaya pihak-pihak tertentu untuk meneror dan menciptakan suasana yang tidak kondusif dengan tujuan menciptakan kekacauan yang bisa mengoyak persatuan dan memecah belah bangsa," kata Mahfud.

Mahfud juga mengimbau kepada tokoh agama agar menyebarluaskan pesan-pesan damai kepada masyarakat.

"Karena sejatinya agama apa pun hadir di dunia ini untuk membangun perdamaian dan persaudaran," ucapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahfud md kabupaten sigi
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top