Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Sebut Vaksin Merah Putih Berpeluang Diekspor

Vaksin Merah Putih berpeluanng diekspor jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 November 2020  |  01:20 WIB
Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Rapat tersebut membahas RKA K/L Tahun Anggaran 2021. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Menristek/Badan Ristek dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Rapat tersebut membahas RKA K/L Tahun Anggaran 2021. ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia saat ini sedang mengembangkan vaksin Merah Putih untuk pencegahan infeksti Covid-19. Produk vaksin tersebut berpeluang ditawarkan untuk diekspor ke negara lain dengan sejumlah catatan.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan vaksin Merah Putih bisa diekspor jika kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi.

"Namun apabila pemenuhan kebutuhan dalam negeri dipenuhi dan juga ada kebutuhan Indonesia untuk membantu negara lain tentunya kita siap nantinya setelah vaksin ini melalui uji klinis, mendapatkan izin dan diproduksi massal untuk ditawarkan ke negara lain," kata Menristek Bambang seperti dikutip dari Antara, Sabtu (28/11/2020).

Adapun, vaksin Merah Putih adalah vaksin Covid-19 yang menggunakan isolat virus SARS-CoV-2 yang bertransmisi di Indonesia. Menristek Bambang mengatakan pengembangan bibit vaksin tersebut dikerjakan oleh para ahli dan peneliti Indonesia dan pada akhirnya produksinya pun dilakukan di Indonesia.

Kendati berpotensi diekspor, Bambang  menuturkan a vaksin Merah Putih akan diutamakan untuk memenuhi kebutuhan lokal yang relatif besar, terutama dikarenakan Indonesia memiliki jumlah penduduk yang banyak.

Menurutnya, jika ingin mewujudkan kekebalan massal (herd immunity), maka dua per tiga jumlah penduduk Indonesia harus diberikan vaksin. Dengan demikian kurang lebih 170 juta orang yang harus divaksinasi.

Apabila proses vaksinasi kepada tiap orang dibutuhkan dua dosis per orang, maka kebutuhan vaksin bisa mencapai kurang lebih 360 juta ampul.

"Kita harus mengantisipasi kemungkinan vaksinasi berikutnya pada periode setelahnya dan juga adanya booster sehingga kita benar-benar fokus pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin kemenristek Vaksin Covid-19

Sumber : Antara

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top