Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anita Kolopaking Ungkap Kemarahan Djoko Tjandra. Soal Apa?

Dalam kesaksiannya Anita membeberkan kemarahan Djoko Tjandra terkait action plan yang diajukan Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 25 November 2020  |  15:31 WIB
Pengacara dari buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra, Anita Kolopaking memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemerikaan di Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta, Senin (27/7/2020). - Antara\n\n
Pengacara dari buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra, Anita Kolopaking memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemerikaan di Gedung Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung, Jakarta, Senin (27/7/2020). - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Pengacara Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus fatwa Mahkamah Agung (MA) pada Rabu (25/11/2020).

Dalam kesaksiannya Anita membeberkan kemarahan Djoko Tjandra terkait action plan yang diajukan Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya.

Diketahui, Pinangki dan Andi Irfan Jaya menawarkan 10 rencana aksi atau action plan terkait pengurusan fatwa ke MA.

"Awal September, Pak Djoko kirim action plan ke saya. Beliau marah, 'Anita, jangan urusan sama Pinangki dan Andi Irfan Jaya, mereka mau nipu saya, jangan hubungan lagi sama dia, ini apa-apaan ini. Ini Andi Irfan kirim kayak gini, apa ini? Saya enggak mau berurusan sama mereka'," kata Anita saat bersaksi di sidang lanjutan kasus fatwa MA, Rabu (25/11/2020).

Anita juga mengaku tidak mengetahui kesepakatan fee action plan senilai US$10 juta. Dia mengaku tahu ihwal ada proposal action plan itu belakangan dari Rahmat, yang merupakan rekan Pinangki.

"Detailnya enggak. Tapi Pak Rahmat bilang iya proposal nggak disetujui. (Terkait permintaan US$100 juta) enggak tahu saya, karena saya tahu dari mulut Rahmat," jawab Anita.

Diketahui, Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) didakwa menerima suap US$500 ribu dari US$1 juta yang dijanjikan oleh terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

"Telah menerima pemberian uang atau janji berupa uang sebesar US$500 ribu dari sebesar US$1 juta yang dijanjikan oleh Joko Soegiarto Tjandra sebagai pemberian fee dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," ujar jaksa saat membacakan surat dakwaannya dalam persidangan, Rabu (23/9/2020).

Duit suap itu diberikan agar pinangki mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi. Alhasil Djoko Tjandra tidak perlu menjalani hukuman saat tiba ke Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mahkamah agung Kasus Djoko Tjandra
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top