Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Satgas Covid-19 Tugaskan Divisi Gakkum Guna Tentukan Sanksi Kerumunan Massa FPI

Untuk memberikan sanksi perlu subjek yang jelas mengenai penyelenggara kegiatan peletakan batu pertama masjid Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat di Bogor yang dihadiri pemimpin FPI Rizieq Shihab.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 November 2020  |  23:43 WIB
Ribuan massa FPI sambut kedatangan Rizieq Shihab di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020) pagi. JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubbi
Ribuan massa FPI sambut kedatangan Rizieq Shihab di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020) pagi. JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayubbi

Bisnis.com, JAKARTA - Satgas Covid-19 Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, menugaskan divisi penegakan hukum (gakkum) dan pendisiplinan untuk menentukan sanksi terkait kerumunan massa Front Pembela Islam (FPI) di Megamendung, Bogor pada Jumat (13/11).

"Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor menugaskan divisi penegakan hukum dan pendisiplinan untuk menindaklanjuti sanksi atas peristiwa kerumunan di Megamendung," kata Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Irwan Purnawan di Cibinong, Bogor, Rabu (25/11/2020).

Menurut dia, untuk memberikan sanksi perlu subjek yang jelas mengenai penyelenggara kegiatan peletakan batu pertama masjid Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariat di Bogor yang dihadiri pemimpin FPI Rizieq Shihab.

"Subjeknya harus jelas, karena tidak ada surat permohonan izin acara juga yang masuk ke kita. Maka, perlu pembuktian sebagainya, oleh karenanya koordinator bidang gakkum dan pendisiplinan Satgas Covid-19 ditugaskan untuk membuat surat laporan polisi," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor itu.

Ia menegaskan, jenis sanksi pelanggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 60 Tahun 2020, salah satunya sanksi administratif berupa denda paling sedikit Rp50 ribu dan paling banyak Rp50 juta.

"Sanksi ini memerlukan bahan keterangan dan sebagainya yang cukup komprehensif, sehingga membutuhkan pemeriksaan secara seksama," kata Irwan.

Ia menyebutkan bahwa Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan tes cepat massal untuk melakukan penelusuran dini terhadap peristiwa kerumunan itu yang dikhawatirkan menjadi klaster penularan baru di Megamendung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top