Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cek Fakta: Yogyakarta Zona Merah Membara Covid-19 Usai Libur Panjang?

Pihaknya belum bisa memastikan lonjakan kasus yang terjadi akibat pengaruh liburan panjang akhir Oktober lalu itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 November 2020  |  10:23 WIB
Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan sistem barcode dan zonasi untuk mengatasi kepadatan pengunjung saat new normal. Pemkot Yogyakarta
Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan sistem barcode dan zonasi untuk mengatasi kepadatan pengunjung saat new normal. Pemkot Yogyakarta

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi meluruskan pemberitaan yang menyebut Yogyakarta jadi zona merah membara akibat lonjakan kasus Covid-19 yang naik tajam usai libur panjang cuti bersama akhir Oktober lalu.

"Terkait informasi Yogya zona merah membara dan kamar perawatan penuh itu tidak benar," kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Yogya, Senin (23/11/2020).

Heroe mengatakan, secara langsung memang pihaknya belum bisa memastikan lonjakan kasus yang terjadi akibat pengaruh liburan panjang akhir Oktober lalu itu. Namun, ia melihat justru kasus baru yang muncul bukan dari kalangan wisatawan atau mereka yang datang ke Yogya.

"Jika dilihat dari data kasus, kebanyakan yang terkena justru warga Kota Yogya yang usai melakukan perjalanan luar kota, baik untuk bekerja maupun liburan," ujar Heroe.

Ia pun tak menampik perkembangan kasus Covid-19 di Kota Yogya memang sedang mengalami kenaikan, terutama jika dibandingkan sebelum masa liburan akhir Oktober lalu dengan menjelang akhir November ini.

Sebelum libur panjang lalu, rumah sakit Kota Yogyakarta masih menangani sekitar 45 kasus positif harian. Namun saat ini jumlahnya melonjak jadi 147 kasus.

"Artinya dalam 3 minggu pasca liburan panjang, ada kenaikan 3 kali lebih," kata Heroe.

Ia pun menjelaskan bahwa pertumbuhan kasus di Kota Yogya itu banyak terjadi di dalam keluarga. Misalnya, ada satu anggota keluarga yang melakukan perjalanan luar kota untuk kerja atau liburan dan sekembalinya menularkan kepada anggota keluarga lainnya.

Kasus lainnya, anggota keluarga terpapar dari rekan kerja di kantor dan menularkannya di rumah. Keseluruhan kasus rumah tangga sekitar 65 persen dari semua kasus positif di Yogya.

Soal Yogya yang disebut menjadi zona merah membara juga ditepis Heroe. Ia memaparkan berdasarkan data Satuan Tugas Covid Kota Yogyakarta, dari 45 kelurahan di Kota Yogya ada 9 kelurahan masuk zona kuning dan 36 zona oranye.

"Jadi tidak ada kelurahan yang masuk zona merah di Yogya," ujar Heroe sekaligus menyatakan saat ini secara keseluruhan Kota Yogyakarta masuk zona oranye.

Penghitungan untuk menentukan indeks zona dalam kasus Covid ini, kata Heroe, didasarkan atas tiga indikator utama, yaitu epidemiologi, surveilans dan ketersediaan layanan kesehatan yang dibagi menjadi 14 variabel. Di antaranya menyangkut angka kenaikan atau penurunan kasus positif, kesembuhan dan kematian.

"Indikator itu juga menyangkut jumlah spesimen yang diperiksa dan angka positif rate-nya serta ketersediaan kamar isolasi maupun kegawatdaruratan," kata Heroe.

Dari indikator dan variabel tersebut setelah dikalkulasikan, Heroe menyatakan Yogya masih berada di zona oranye.

"Jadi tidak benar di DIY semua zona merah," ujarnya.

Adapun berdasarkan data dari Pemerintah DIY, dari lima kabupaten/ kota saat ini statusnya ada dua kabupaten zona merah, dua zona oranye dan satu zona kuning.

"Di tingkat DIY pun masuk kategori zona oranye," tambah Heroe.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta Fact or Fake Covid-19

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top