Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Pecat Kepala Badan Keamanan Siber, Kecaman Bermunculan

Pemecatan itu dilakukan ketika Trump menolak mengakui kemenangan presiden terpilih, Joe Biden.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 November 2020  |  11:31 WIB
Christopher Krebs. - Istimewa
Christopher Krebs. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden AS Donald Trump memecat Christopher Krebs yang menjabat sebagai Direktur Badan Keamanan Siber dan Keamanan Infrastruktur (CISA) Departemen Keamanan Dalam Negeri, karena dia disebut membela sistem keamanan pemilu yang “sangat tidak akurat”

Pemecatan itu dilakukan ketika Trump menolak mengakui kemenangan presiden terpilih, Joe Biden dan sebelumnya juga memecat pejabat tingkat tinggi yang dianggap tidak cukup setia.

Dia memecat Mark Esper, Menteri Pertahanan pada 9 November sebagai bagian dari perombakan yang lebih luas, dan menempatkan loyalis Trump di posisi senior Pentagon.

Krebs telah mengindikasikan bahwa dia akan dipecat. Pekan lalu badan yang  dipimpinnya merilis pernyataan yang membantah klaim penipuan pemilu yang meluas.

“Pemilu 3 November adalah yang paling aman dalam sejarah Amerika,” bunyi pernyataan itu seperti dikutip TheGuardian.com, Rabu (18/11/2020).

Menurut rilis itu tidak ada bukti bahwa sistem pemungutan suara menghapus atau kehilangan suara, mengubah suara, atau dengan cara apa pun dikompromikan.

Krebs, mantan eksekutif Microsoft, memimpin  badan itu setelah ada campur tangan Rusia pada pemilu 2016 hingga pemilu lalu.

Dia mendapat pujian bipartisan, karena CISA mengordinasikan upaya negara bagian federal dan lokal untuk mempertahankan sistem pemilihan dari campur tangan asing atau domestik.

Trump  mengulangi banyak klaim penipuan pemilu yang tak berdasar setelah menyampaikan  pemecatan itu lewat akun  Twitter .

Beberapa petinggi  Partai Demokrat dengan cepat mengecam keputusan presiden memecat Krebs.

Senator Chris Coons dari Delaware mengatakan bahwa Chris Krebs hanyalah korban terbaru dalam perang empat tahun Presiden Trump terhadap kebenaran.

Sedangkan, Angus King, Senator Maine yang merupakan salah satu kandidat Direktur Intelijen Nasional dalam pemerintahan Biden yang akan datang, menyebut Krebs seorang pegawai negeri yang berdedikasi, telah membantu membangun kemampuan dunia maya baru dalam menghadapi bahaya yang berkembang pesat.

"Dengan memecatnya karena melakukan pekerjaannya, Presiden Trump merugikan semua orang Amerika."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Pilpres AS 2020
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top