Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Banyak Jemaah Positif Covid-19, Arab Saudi Tutup Proses Visa Umrah

Pada pelaksanaan ibadah umrah sejak 1 November 2020, 13 jemaah asal Indonesia dinyatakan positif Covid-19 di Arab Saudi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 17 November 2020  |  10:24 WIB
Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara
Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi menutup proses visa menyusul sejumlah kasus Covid-19 pada pelaksanaan ibadah umrah uji coba. Meski begitu, diperkirakan penutupan ini bersifat sementara.

Pada pelaksanaan ibadah umrah sejak 1 November 2020, 13 jemaah asal Indonesia dinyatakan positif Covid-19 di Arab Saudi. Mereka berasal dari dua penerbangan pertama Mekkah.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Oman Fathurahman mengatakan kondisi ini kemudian membuat Pemerintah Arab Saudi menutup proses visa seiring dengan evaluasi dan pengaturan penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah asal Indonesia.

“Saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang menutup proses visa dalam rangka melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jemaah Indonesia,” kata melalui keterangan resmi, Senin (16/11/2020).

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) menanggapi komentar tersebut. Kabid Umrah Amphuri dan Ceo Khazzanah Tours Zaky Zakaria Anshary mengatakan bahwa penutupan ini hanya bersifat sementara.

“Visa umrah sudah bisa lagi ada sumbernya yang kuat dari muassasah yang mengeluarkan visa grup perdana tanggal 1, 3 dan 8 November,” katanya melalui keterangannya, Selasa (17/11/2020).

Meski begitu, komentar Kementerian Agama terkait penutupan visa umrah juga benar belaka. Pasalnya sistem umrah sempat mati 3 - 4 hari untuk pembaruan sistem. Situasi ini menyebabkan penerbangan jemaah 15 November harus mundur pada 22 November.

Amphuri optimistis Kerajaan Arab Saudi lebih nyaman setelah menerima jemaah umrah dari empat gelombang pertama, yaitu dari satu dari Pakistan dan tiga dari Indonesia.

Dari empat gelombang tersebut, dua di antaranya terdeteksi jemaah positif Covid-19 saat tiba di Saudi. Kedua kelompok ini berasal dari Indonesia. Namun dua gelombang umrah lainnya tidak terdeteksi jemaah terpapar Corona.

“Beberapa jam lalu per tanggal 17 November kami dapat informasi kalau visa umrah jemaah Pakistan sudah keluar ini menandakan kalau visa umrah tidak ditutup.”

“InsyaAllah tanggal 22 November akan ada grup umrah dari Indonesia yang akan berangkat walaupun sampai sekarang visanya belum dikeluarkan. InsyaAllah kalau keluar visa kita akan informasikan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi kemenag umrah Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top