Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Bicara Soal Ketegasan, Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Tindak Pelanggar Prokes

Secara khusus, Jokowi juga menyebutkan aparat harus berani mengambil tindakan terhadap para pelanggar. Dia beralasan, keselamatan rakyat di tengah pandemi merupakan hukum yang tertinggi.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 17 November 2020  |  02:13 WIB
Presiden Joko Widodo - Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas
Presiden Joko Widodo - Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta disiplin protokol kesehatan ditegakkan secara tegas, termasuk dengan membubarkan kerumunan. 

Secara khusus, Jokowi juga menyebutkan aparat harus berani mengambil tindakan terhadap para pelanggar. Dia beralasan, keselamatan rakyat di tengah pandemi merupakan hukum yang tertinggi.

“Saya memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Ketua Satgas untuk menindak tegas pelanggar pembatasan yang ditetapkan,” demikian ditulis dalam cuitan di akun Twitter Jokowi, Senin (16/11/2020).

Jokowi menambahkan agar tindakan yang diambul bukan hanya sekadar imbauan, tapi dengan pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah amat diperlukan agar langkah-langkah pengendalian pandemi yang dijalankan pemerintah dapat benar-benar berjalan dengan efektif.

“Kepada Menteri Dalam Negeri saya minta mengingatkan, kalau perlu menegur, kepala daerah baik gubernur, bupati, maupun wali kota agar memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, jangan malah ikut berkerumun.”

Berikutnya, Jokowi mengatakan ketegasan aparat mendisiplinkan masyarakat untuk patuh kepada protokol kesehatan adalah suatu keharusan.

Angka kasus aktif dan kesembuhan Covid-19 di Indonesia menunjukkan perbaikan, tulis Jokowi. Oleh karena itu, perbaikan tersebut jangan sampai rusak karena tidak berani mengambil tindakan hukum yang tegas di lapangan.

“Jangan sampai perjuangan dan pengorbanan para dokter, perawat, tenaga medis, paramedis dalam menangani dan merawat pasien Covid-19 menjadi sia-sia karena pemerintah tidak bertindak tegas untuk kegiatan yang bertentangan dengan protokol kesehatan dan peraturan-peraturan yang ada.”

Cuitan Jokowi tersebut direspon dan dicuit kembali oleh ribuan netizen pengguna media sosial. Salah satu komentar datang dari politisi Partai Demokrat Benny K. Harman. Menurutnya, jika saja ketegasan untuk penegakan hukum tersebut dimiliki dan dilakukan sejak awal oleh pemerintah, maka penanganan Covid-19 tidak akan berlarut-larut seperti saat ini. 

"Senang sekali mendengar sikap tegas Bapa Presiden menegakkan hukum guna mendisplinkan masyarakat patuh pada protokol Covid. Kalo dari awal sikap tegas ini diambil, saya yakin dampak Covid tidak separah yang kita alami sekarang. Rakyat Monitor!," demikian ditulis oleh Benny lewat akun @BennyHarmanID. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Protokol Pencegahan Covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top