Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kapolri Copot Kapolda Metro Jaya dan Jabar, Tagar Kapolda Trending Topic di Twitter

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengumunkan pencopotan dua kapolda pada Senin (16/11/2020). Tak lama setelah itu, warganet atau netizen ramai memperbincangkan peristiwa tersebut di media sosial, khususnya Twitter.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 16 November 2020  |  19:20 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (tengah), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri), dan Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiono (kedua kanan) menghadiri Apel gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya Tahun 2020 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Operasi Patuh Jaya 2020 tersebut berlangsung selama 14 hari dimulai 23 Juli sampai 5 Agustus 2020 dengan mengerahkan sebanyak 1.807 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub DKI Jakarta. - Antara
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana (tengah), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kiri), dan Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiono (kedua kanan) menghadiri Apel gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya Tahun 2020 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Operasi Patuh Jaya 2020 tersebut berlangsung selama 14 hari dimulai 23 Juli sampai 5 Agustus 2020 dengan mengerahkan sebanyak 1.807 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub DKI Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot dari jabat dengan alasan tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan terkait kegiatan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) dan Rizieq Shihab.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengumunkan pencopotan dua kapolda pada Senin (16/11/2020). Tak lama setelah itu, warganet atau netizen ramai memperbincangkan peristiwa tersebut di media sosial, khususnya Twitter.

Imbasnya, tagar atau kata Kapolda langsung melesat menjadi lima besar topik terpopuler (trending topic) di Twitter Indonesia. Berdasarkan catatan Bisnis, kata Kapolda telah dikicaukan hampir 7000 cuitan. Sementara itu, tagar Kapolri juga menyusul ke 20 besar trending topic Twitter yang telah dikicaukan 3000 kali lebih.

Berbagai reaksi netizen terkait pencopotan dua kapolda ini pun bermunculan. Ada kalangan yang terkejut, dan juga ada yang merespon dengan kondisi Kapolda di daerah masing-masing. Berikut beberapa reaksi dari netizen soal pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat di Twitter:

Pemilik akun Orangbaikbanget (@orangbaikbange1) yang menggunakan mengunggah keterkejutannya pada Senin (16/11) sore.

"Waduh... Omaigot," tulis menggunakan akun @orangbaikbange1 dikutip Senin (16/11/2020).

Selain itu akun Negri Seterah (@RestyLeseh) yang mengunggah permintaan untuk kapolda lain yang diunggahnya beserta screenshot foto ceramah habib lutfi yang juga mendatangkan kerumunan.

"Titip kapolda yang biarkan kerumnan ini ya min @DivHumas_Polri," cuit akun @RestyLeseh ini.

Akun Jenk Kelin Typo (@jenk_kelin) melalui unggahannya mengungkapkan kekhawatirannya terkait pencopotan kapolda ini.

"Hanya karena 1 org, rusaklah jabatan banyak orang. Entah siapa yang menyusul," tulisnya.


Kritikan juga diberikan oleh akun Umar Hasibuan (@umar_chelsea75) terkait hal ini.

"Kalau mau adil kenapa dlm kasus pendaftaran Gibran ke KPUD Solo Kapolda atau kapolresnya gak dicopot pak kapolri?," tanyanya yang disertai unggahan screenshot berita adanya kerumunan saat Gibran daftar Pilkada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapolri anies baswedan fpi kapolda jabar kapolda metro jaya habib rizieq
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top