Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Eksportir Australia Siaga, Blokir China Berlaku Mulai Hari Ini

Eksportir Australia berada di ambang kewaspadaan usai China memutuskan untuk menghentikan pembelian tujuh kategori komoditas negara tersebut.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 November 2020  |  11:04 WIB
Sydney, Australia - Istimewa
Sydney, Australia - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Eksportir Australia berada di ambang kewaspadaan hari ini seiring tenggat China berhenti membeli setidaknya tujuh kategori komoditas negara itu. China diketahui merupakan pasar terbesar yang membuat Australia sangat bergantung padanya.

Pemerintah China telah memerintahkan penghentian impor produk termasuk batu bara, barley, bijih tembaga dan konsentrat, gula, kayu, anggur dan lobster. Menurut sumber yang dekat dengan masalah ini, perintah itu berlaku mulai hari ini.

Commonwealth Bank Economics menyatakan industri yang disebutkan sebagai target aksi perdagangan oleh China mewakili sekitar 7 persen dari total ekspor barang Australia senilai US$19,7 miliar pada 2019-2020.

Namun daftar hitam yang disampaikan secara lisan ke pedagang komoditas China tidak mencakup bahan seperti bijih besi atau gas alam, di mana pembatasan impor dapat merusak ekonomi negara itu sendiri secara berlebihan.

Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan laporan yang sedang berlangsung tentang pembatasan industri Australia tidak sejalan dengan klaim China bahwa tidak ada tindakan diskriminatif seperti itu.

"Kami berharap pemerintah China menepati janjinya dan bahwa masalah ini dapat diselesaikan, tetapi tidak dapat disangkal fakta bahwa jangkauan dan tingkat keprihatinan yang didengar industri sangat mengganggu," katanya dilansir Bloomberg, Jumat (6/11/2020).

Perintah tersebut merupakan penurunan dramatis dalam hubungan kedua negara yang telah menegang sejak Australia melarang Huawei Technologies Co membangun jaringan 5G pada 2018 dengan alasan keamanan nasional. Selanjutnya diperparah dengan penyataan Perdana Menteri Scott Morisson mengenai penyelidikan independen asal-usul virus corona.

Sebelumnya China telah melarang impor daging dari beberapa pabrik Australia, menunda pengiriman lobster dari bea cukai, menerapkan tarif lebih dari 80 persen untuk jelai, dan mengatakan tidak akan mengizinkan kayu dari negara bagian Queensland karena masalah hama. Anggur juga dalam penyelidikan anti-dumping sementara pembangkit listrik dan pabrik baja China telah diberitahu untuk berhenti menggunakan batu bara Australia. Pembelian kapas juga telah ditangguhkan.

Menteri Pertanian David Littleproud mengatakan pihaknya sedang mengatasi masalah tersebut dan akan terus bekerja sama dengan pejabat di Beijing.

"Kami adalah mitra perdagangan global berbasis aturan, dan kami berharap mereka yang berdagang dengan kami, pada kenyataannya, juga mematuhi aturan itu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china internasional australia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top