Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alasan Gus Nur Hina NU: NU yang Dulu dan Sekarang Berbeda

Pengakuan Sugik Nur Raharja atau Gus Nur salah satu cara mengkritik NU yang sekarang yaitu dengan membuat sejumlah konten di Youtube.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  18:47 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono - Antara/Reno Esnir
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri membeberkan alasan tersangka Sugik Nur Raharja atau Gus Nur kerap menghina Organisasi Islam Nahdlatul Ulama baik di media sosial maupun setiap kali berdakwah di masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono mengemukakan tersangka Sugik Nur Raharja atau Gus Nur mengaku kecewa dengan pemimpin Ormas Islam NU saat ini, karena berbeda dengan pemimpin NU terdahulu.

Berdasarkan pengakuan Sugik Nur Raharja atau Gus Nur, kata Awi, salah satu cara mengkritik NU yang sekarang yaitu dengan membuat sejumlah konten di Youtube.

Dengan begitu kritik yang disampaikan akan didengarkan pemimpin NU saat ini.

"Yang bersangkutan mengaku unggahan konten di YouTube tersebut merupakan bukti nyata dari yang bersangkutan peduli terhadap NU. Selain itu juga yang bersangkutan rasakan bahwa NU sekarang dan NU yang dulu sudah berbeda, ini motif yang kita dapatkan," tutur Awi, Selasa (27/10/2020).

Menurut Awi tim penyidik Bareskrim Polri telah memeriksa empat orang saksi untuk tersangka Sugik Nur Raharja atau Gus Nur. Dua saksi, kata Awi merupakan saksi ahli hukum pidana dan ahli bahasa.

"Sedangkan untuk ahli ITE sendiri masih menunggu hasil pemeriksaan digital forensik setelah nanti ada laporan hasil pemeriksaan tentunya kita baru pemeriksaan ahli itemnya," kata Awi.

Selain memeriksa Gus Nur, Bareskrim Polri berencana memeriksa Pakar Hukum Tata Negara Refly Harus sebagai saksi.

Bareskrim juga akan mendalami channel youtube Refly Harun terkait kasus ini.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri nahdlatul ulama Ujaran Kebencian
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top