Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaim Rizal Ramli Dijegal Jusuf Kalla Jadi Menteri SBY & Jokowi

Rizal Ramli mengklaim bahwa diminta menjadi menteri sejak Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Prsiden ke-7 RI Joko Widodo, tetapi dijegal mantan Wapres Jusuf Kalla. Kenapa ya?
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  20:08 WIB
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Rizal Ramli mengungkapkan bahwa beberapa kali dijegal mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat menjadi kandidat menteri di era kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Rizal, pada era SBY dirinya mengklaim sudah mengantongi tanda tangan dari Presiden ke-6 RI tersebut untuk menjabat sebagai Menko Bidang Perekonomian. Namun, langkah Rizal diganjal Jusuf Kalla yang saat itu menjabat Wakil Presiden.

“SBY bahkan sudah tanda tangan kan, Rizal Ramli Menko Perekonomian, diganjal sama JK. Habis itu SBY pertahankan jadi Menteri Keuangan, dia [JK] enggak setuju lagi, akhirnya dia [SBY] minta Rizal Ramli Menteri BUMN, dia [JK] enggak setuju lagi. Last minute, saya ditunjuk menjadi Menteri Perindustrian di kabinet SBY pertama, saya nolak, itu bukan keunggulan kita,” ujarnya seperti dikutip dari Youtube Karni Ilyas Club, Minggu (25/10/2020).

Kemudian, pada masa pemerintahan Jokowi-JK, Rizal kembali diminta Presiden ke-7 RI itu untuk masuk kabinet. Dia mengklaim Jokowi meminta dirinya menjadi Menko bidang Perekonomian, tetapi JK kembali menolaknya.

“Setahun kemudian, saya dipanggil ke Istana Bogor. Di Istana Bogor itu, Mas Jokowi bilang 'Mas Rizal ini tidak ada kopi atau kue pagi-pagi karena semua saya suruh keluar semua, takut bocor pertemuan kita'. Dia bilang, 'Mas Rizal saya minta tolong, Mas Rizal bantu saya sebagai Menko Maritim',” katanya.

Namun, Rizal sempat menolak tawaran tersebut karena tugas dan tanggungjawab di bidang kemaritiman bukanlah keahliannya. Bahkan, dia memilih memberikan daftar nama orang yang dinilai lebih mumpuni.

Namun, Jokowi berkeras. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta dengan jara Jawa untuk menduduki kursi Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi.

“Jokowi bilang: 'Mas Rizal, yang minta tolong itu bukan saya Jokowi presiden. Siapa sih saya dibanding Mas Rizal, pengalaman, jam terbang. Yang minta tolong ini rakyat Indonesia yang ingin hidupnya lebih baik'," ujar Rizal.

Mendengar omongan tersebut, Rizal pun luluh. Akhirnya dia bersedia membantu Jokowi sebagai Menko Kemaritiman.

"Karena dia ngomong gitu, akhirnya ya sudah saya ambil hikmahnya. Tapi, dengan satu syarat ya, enggak lapor-lapor sama pak JK," katanya.

Bisnis mencoba menghubungi Yadi Jentak, ajudan JK, tetapi tidak direspons. Jusuf Kalla saat ini tenggah melakukan lawatan ke Vatikan, Italia, bertemu dengan Paus Fransiskus.

Menurut Hamid Awalludin, mantan Menteri Hukum dan HAM era SBY-JK, yang sedang menyertai Jusuf Kalla seusai dari Vatikan, rombongan lanjut ke Arab Saudi. "Saya sedang Umroh. Saya akan jawab semua nanti," ujarnya kepada Bisnis, sore ini. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi sby jusuf kalla rizal ramli
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top