Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Klaim Rizal Ramli Dijegal Jusuf Kalla Jadi Menteri SBY & Jokowi

Rizal Ramli mengklaim bahwa diminta menjadi menteri sejak Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Prsiden ke-7 RI Joko Widodo, tetapi dijegal mantan Wapres Jusuf Kalla. Kenapa ya?
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018)./ANTARA-Aprillio Akbar
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018)./ANTARA-Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Rizal Ramli mengungkapkan bahwa beberapa kali dijegal mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saat menjadi kandidat menteri di era kabinet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Rizal, pada era SBY dirinya mengklaim sudah mengantongi tanda tangan dari Presiden ke-6 RI tersebut untuk menjabat sebagai Menko Bidang Perekonomian. Namun, langkah Rizal diganjal Jusuf Kalla yang saat itu menjabat Wakil Presiden.

“SBY bahkan sudah tanda tangan kan, Rizal Ramli Menko Perekonomian, diganjal sama JK. Habis itu SBY pertahankan jadi Menteri Keuangan, dia [JK] enggak setuju lagi, akhirnya dia [SBY] minta Rizal Ramli Menteri BUMN, dia [JK] enggak setuju lagi. Last minute, saya ditunjuk menjadi Menteri Perindustrian di kabinet SBY pertama, saya nolak, itu bukan keunggulan kita,” ujarnya seperti dikutip dari Youtube Karni Ilyas Club, Minggu (25/10/2020).

Kemudian, pada masa pemerintahan Jokowi-JK, Rizal kembali diminta Presiden ke-7 RI itu untuk masuk kabinet. Dia mengklaim Jokowi meminta dirinya menjadi Menko bidang Perekonomian, tetapi JK kembali menolaknya.

“Setahun kemudian, saya dipanggil ke Istana Bogor. Di Istana Bogor itu, Mas Jokowi bilang 'Mas Rizal ini tidak ada kopi atau kue pagi-pagi karena semua saya suruh keluar semua, takut bocor pertemuan kita'. Dia bilang, 'Mas Rizal saya minta tolong, Mas Rizal bantu saya sebagai Menko Maritim',” katanya.

Namun, Rizal sempat menolak tawaran tersebut karena tugas dan tanggungjawab di bidang kemaritiman bukanlah keahliannya. Bahkan, dia memilih memberikan daftar nama orang yang dinilai lebih mumpuni.

Namun, Jokowi berkeras. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta dengan jara Jawa untuk menduduki kursi Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi.

“Jokowi bilang: 'Mas Rizal, yang minta tolong itu bukan saya Jokowi presiden. Siapa sih saya dibanding Mas Rizal, pengalaman, jam terbang. Yang minta tolong ini rakyat Indonesia yang ingin hidupnya lebih baik'," ujar Rizal.

Mendengar omongan tersebut, Rizal pun luluh. Akhirnya dia bersedia membantu Jokowi sebagai Menko Kemaritiman.

"Karena dia ngomong gitu, akhirnya ya sudah saya ambil hikmahnya. Tapi, dengan satu syarat ya, enggak lapor-lapor sama pak JK," katanya.

Bisnis mencoba menghubungi Yadi Jentak, ajudan JK, tetapi tidak direspons. Jusuf Kalla saat ini tenggah melakukan lawatan ke Vatikan, Italia, bertemu dengan Paus Fransiskus.

Menurut Hamid Awalludin, mantan Menteri Hukum dan HAM era SBY-JK, yang sedang menyertai Jusuf Kalla seusai dari Vatikan, rombongan lanjut ke Arab Saudi. "Saya sedang Umroh. Saya akan jawab semua nanti," ujarnya kepada Bisnis, sore ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper