Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tolak Kontrak Pembelian Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ini Alasan Peru

Perdana Menteri Peru Walter Martos menilai AstraZeneca PLC menawarkan jumlah vaksin yang sangat sedikit dengan harga yang lebih tinggi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  20:28 WIB
Logo AstraZeneca - Bloomberg
Logo AstraZeneca - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Peru menolak untuk menandatangani perjanjian pembelian calon vaksin Covid-19 miliki AstraZeneca PLC, Kamis (22/10/2020) waktu setempat.

Langkah itu diambil Pemerintah Peru lantaran pihak AstraZeneca PLC tidak memberi data yang cukup mengenai hasil uji klinis, dan jumlah dosis yang ditawarkan terlalu sedikit.

Perdana Menteri Peru Walter Martos saat jumpa pers mengatakan pemerintah telah meminta data hasil riset dan uji klinis calon vaksin ke AstraZeneca, tetapi perusahaan belum mengirim informasi tersebut.

"Perusahaan-perusahaan lain dapat memenuhi permintaan kami, tetapi AstraZeneca tidak," kata Martos, seperti dilansir Antara, Jumat (23/10/2020).

Martos menjelaskan bahwa AstraZeneca PLC menawarkan jumlah vaksin yang sangat sedikit apabila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain. Padahal, jelas dia, harga yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan lain itu lebih rendah.

Dalam kesempatan lain, otoritas di Brazil pada Rabu (21/10/2020) mengatakan seorang relawan meninggal saat mengikuti uji klinis calon vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan University of Oxford.

Namun, pemerintah Brazil menyebut uji klinis vaksin masih akan terus berlanjut.

Martos mengatakan Peru masih mungkin menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19, meskipun kasus baru saat ini cukup rendah. AstraZeneca berencana mengadakan uji coba vaksin di Peru.

Tingkat penularan dan kematian akibat Covid-19 di Peru telah menurun sejak September 2020. Total kasus positif Covid-19 di Peru per Selasa (20/10/2020) mencapai 876.885 jiwa, yang 33.937 di antaranya meninggal dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peru Vaksin Covid-19

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top