Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Direktur PPK Kejagung Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Utama

Bareskrim Polri menetapkan Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH menjadi 1 dari 8 tersangka kasus kebakaran gedung utama tersebut.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  15:31 WIB
Kebakaran di gedung Kejaksaan Agung - Istimewa/Wahyu Muryadi
Kebakaran di gedung Kejaksaan Agung - Istimewa/Wahyu Muryadi

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkapkan salah satu tersangka perkara tindak pidana kebakaran Gedung Utama Kejagung adalah Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH.

Direktur Tindak Pidana Umum pada Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo mengemukakan Direktur PPK Kejagung tersebut diduga telah melakukan pengadaan barang-barang berupa pembersih lantai merek Top Cleaner yang mudah terbakar, karena mengandung solar dan tiner.

Selain itu, pembersih lantai merek Top Cleaner, kata Sambo juga tidak mempunyai izin edar resmi dari pemerintah, karena dinilai berbahaya untuk digunakan membersihkan lantai.

"Maka dari itu, kita tetapkan Direktur PPK pada Kejagung sebagai tersangka karena kelalaiannya itu," tuturnya, Jumat (23/10/2020).

Selain itu, Bareskrim Polri juga telah menetapkan Direktur Utama PT Top Cleaner berinisial R sebagai tersangka karena mengedarkan produk tersebut tanpa izin.

Keenam tersangka lainnya berinisial T, H, S, K dan IS selaku tukang pembersih serta mandor inisial UAN. "Semuanya telah kami tetapkan jadi tersangka," katanya.

Seperti diketahui, Bareskrim Polri menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana kebakaran di Gedung Utama Kejagung beberapa waktu lalu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan penetapan tersangka itu dilakukan setelah tim penyidik melakukan gelar (ekspose) perkara beberapa kali bersama tim Jaksa Peneliti Kejagung.

"Total ada delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka," tuturnya, Jumat (23/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kejagung bareskrim
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top