Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lewati Target Jokowi, Penyusunan Skema Vaksinasi Diminta Tak Buru-Buru

Penyusunan skema vaksinasi oleh Satuan Tugas (Satgas)Penanganan Covid-19 diberi tenggat waktu oleh Presiden Joko Widodo selama 2 pekan. Tenggat itu telah dilewati.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  20:35 WIB
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto
Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA FOTO - Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Penyusunan skema vaksinasi oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 telah memasuki tahap finalisasi. Namun, meskipun telah melewati tenggat waktu yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, yakni 2 pekan, penyusunan skema diharapkan tidak dilakukan secara terburu-buru.

Menurut Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio, penyusunan skema vaksinasi oleh pemerintah mesti tetap mempertimbangkan manfaat serta keamanan dari vaksin yang bakal disuntikkan kepada masyarakat.

"Ada 2 hal yang mesti diperhatikan. Pertama, pengadaan vaksin itu sendiri, yang dibeli dari berbagai sumber. Kedua, penyuntikannya. Disuntikan ke siapa? Di mana? Kapan mulainya? Termasuk, logistiknya. Mau disimpan di mana? Transportasinya bagaimana? Sebelum nanti dituangkan ke dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenker)" kata Amin kepada Bisnis, Jumat (23/10/2020).

Dia menambahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai otoritas memastikan vaksin yang bakal didistribusikan ke masyarakat memenuhi persayaratan keamanan, kesehatan, dan kehalalan.

Selain itu, pemerintah dinilai mesti terus mencermati setiap uji klinis yang dilakukan, baik di dalam maupun luar negeri. "Ada berapa laporan terkait dengan relawan yang sakit setelah disuntik, dan yang terakhir meninggal dunia. Namun, kita harus menunggu hasil analisisnya terlebih dahulu," lanjutnya.

Terkait dengan relawan yang meninggal dunia di Brazil, Amin menilai baru diketahui pengaruhnya terhadap penyusunan skema vaksinasi yang sedang dilakukan pemerintah saat ini ketika sudah didapatkan hasil analisa atas kejadian tersebut.

Di samping itu, Eijkman sedang berupaya  mengembangkan vaksin Merah Putih dengan tidak tergesa-gesa. Setiap prosedur, kata Amin, harus dilakukan dengan cermat guna menjamin efektivitas, keamanan, dan kehalalan vaksin.

"Untuk vaksin Merah Putih, diharapkan Februari 2021 sudah diserahkan bibit vaksinnya. Baru kemudian industri yang melakukan uji klinis 1-3. Diharapkan akhir 2021 baru selesai uji klinisnya sehingga Awal 2022 sudah bisa diproduksi massal dan digunakan," jelasnya.

Perlu diketahui, skema vaksinasi Covid-19 telah memasuki fase finalisasi menjelang pekan ke empat sejak Presiden Jokowi memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk dilakukan penyusunan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan konten skema tersebut mencakup sejumlah hal, antara lain; kelompok prioritas; peta supply berdasarkan tahapan ketersediaan vaksin dan komitmen-komitmen yang telah dimiliki; serta petunjuk teknis, baik distribusi logistik maupun ketersediaan pelayanan.

"Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun telah melakukan preliminary study terkait dengan persepsi masyarakat mengenai vaksin sebagai awalan pemilihan strategi komunikasi terkait vaksin kedepannya," kata Wiku kepada Bisnis, Kamis (23/10/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Vaksin Virus Corona Covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top