Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Buntut Guru Dipenggal, Prancis Perintahkan Masjid Ditutup

Pihak berwenang juga mengatakan akan menindak tegas penyebar pesan kebencian, penceramah khotbah kontroversial yang diyakini menimbulkan ancaman keamanan bagi Prancis.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  07:33 WIB
Samuel Paty, seorang guru di Prancis yang kepalanya dipenggal akibat menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. - Istimewa
Samuel Paty, seorang guru di Prancis yang kepalanya dipenggal akibat menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Prancis memerintahkan penutupan sementara sebuah masjid di luar Paris sebagai bagian dari tindakan keras terhadap orang-orang yang diduga menghasut kebencian, setelah pembunuhan seorang guru akibat menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya.

Pengurus Masjid Agung Pantin yang  berada di pinggiran Paris  itu sebelumnya membagikan video di halaman Facebook-nya sebelum terjadi serangan yang melampiaskan kebencian terhadap guru sejarah Samuel Paty dengan memenggal guru tersebut.

Polisi menempelkan pemberitahuan tentang perintah penutupan di luar masjid.

Pihak berwenang juga mengatakan akan menindak tegas penyebar pesan kebencian, penceramah khotbah kontroversial dan orang asing yang diyakini menimbulkan ancaman keamanan bagi Prancis.

Perintah penutupan masjid selama enam bulan itu "dengan tujuan tunggal untuk mencegah tindakan terorisme", menurut bunyi pemberitahuan itu seperti dikutip Aljazeera.com, Rabu (21/10/2020).

Hasil penyelidikan pembunuhan mengerikan itu mengungkap, Selasa (20/10/2020), bahwa pria yang memenggal kepala Paty telah melakukan kontak dengan orangtua siswa yang memimpin kampanye online melawan guru tersebut.

Sumber polisi mengatakan sebelumnya, pembunuh berusia 18 tahun itu telah bertukar pesan di WhatsApp dengan pria yang ingin Paty dipecat setelah putrinya memberi tahu bahwa guru tersebut menunjukkan kartun Nabi Muhammad dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Ayah gadis itu marah, karena guru itu menampilkan karikatur nabi dalam keadaan telanjang, dan meminta Paty dipecat, karena menyebarkan "pornografi".

Para orangtua siswa kemudian berada di balik kampanye online yang mendesak "mobilisasi" melawan guru.

Pembunuhan itu terjadi beberapa minggu setelah Macron mengungkapkan keprihatinannya tentang apa yang dia sebut "separatisme Islam".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis masjid
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top