Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diplomat China Hajar Diplomat Taiwan hingga Cedera Kepala

Bentrok fisik antar diplomat terjadi ketika kantor perdagangan Taiwan di Fiji mengadakan perayaan Hari Nasional Taiwan.
Indah Pranataning Tyas
Indah Pranataning Tyas - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  05:17 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, SOLO - Seorang pejabat di Taiwan diduga mengalami cedera kepala setelah bentrok fisik dengan diplomat China.

Insiden ini terjadi di hotel Grand Pacific Suva, saat perayaan Hari Nasional Taiwan pada 8 Oktober 2020.

Pertengkaran fisik tersebut kembali menyoroti ketegangan antara Beijing dan Taiwan, dalam perjuangan mereka mendapatkan pengaruh negara di seluruh kawasan Pasifik.

Dilansir Daily Mail Selasa (20/10/2020), kedua belah pihak mengatakan dua diplomat mereka terluka dalam bentrok fisik yang terjadi di Fiji.

Bentrok fisik antar diplomat terjadi ketika kantor perdagangan Taiwan di Fiji mengadakan perayaan Hari Nasional Taiwan. Perayaan itu mengundang sekitar 100 tamu di Hotel Grand Pacific.

Kementerian Luar negeri Taiwan, Joanne Ou mengatakan dua pejabat Kedutaan China datang tanpa diundang, dan mulai mengambil foto para tamu.

Tamu-tamu yang datang antara lain menteri Fiji, diplomat luar negeri, perwakilan LSM dan anggota komunitas etnis China Fiji.

Ketika diminta untuk pergi, dua diplomat China malah menghajar diplomat Taiwan. Menurut keterangan, diplomat Taiwan sampai harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera kepala.

Menteri Luar Negeri Taiwan juga mengutuk keras tindakan staf kedutaan China di Fiji karena melangggar aturan hukum dan kode etik yang beradab.

Namun, tuduhan itu dibantah oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Senin (19/10/2020). Ia mengatakan Taiwan sama sekali tidak konsisten. Mereka mengklaim bahwa para pejabat Taiwan bertindak provokatif dan melukai diplomat China.

Selain itu, Zhao Lijian mengatakan acara tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan Pemerintah China.

Piak Kemenlu mengatakan bahwa bahwa pejabatnya mengetahui detail acara tersebut, termasuk pemasangan bendera negara palsu di atas kue.

Zao menyebut bendera itu salah, karena Beijing memang dikenal tidak mengakui Taiwan sebagai sebuah negara.

Kedua belah pihak mengatakan telah meminta polisi Fiji dan otoritas lainnya untuk menyelidiki insiden tersebut.

Seorang juru bicara polisi Fiji memberikan keterangan bahwa penyelidikan sedang berlangsung. Menurut laporan, petugas sedang bekerja dengan kementerian urusan luar negeri negara Pasifik.

Pertikaian ini terjadi saat ketegangan tinggi di antara kedua belah pihak. Beijing meningkatkan tekanan diplomatik dan militer sejak pemilihan Presiden Taiwan Tsai Ing Wen pada 2016. Sampai saat ini pertahanan Taiwan bergantung kepada negara Amerika Serikat sebagai sekutu.

Diketahui Beijing telah mencoba membatasi aktivitas internasional Taiwan. Keduanya bersaing mendapatkan pengaruh di Kawasan Pasifik.

Meskipun Taiwan hanya diakui secara resmi oleh segelintir negara, tapi pemerintahan Taiwan memiliki hubungan komersial dan informal yang kuat dengan banyak negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china taiwan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top