Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Foto Bareng Tersangka Red Notice Djoko Tjandra Viral, Kejagung Periksa Kejari Jaksel

Tersangka kasus red notice Djoko Tjandra, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte serta Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo diketahui bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan setelah foto pertemuan beredar luas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  00:50 WIB
Kuasa Hukum tersangka Irjen Napoleon Bonaparte, Petrus Bala Pattyona mengunggah foto makan bersama antara tersangka Napoleon Bonaparte, Prasetijo Utomo dan pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan saat dilakukan pelimpahan tahap dua. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @facebookPetrus Bala Pattyona II
Kuasa Hukum tersangka Irjen Napoleon Bonaparte, Petrus Bala Pattyona mengunggah foto makan bersama antara tersangka Napoleon Bonaparte, Prasetijo Utomo dan pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan saat dilakukan pelimpahan tahap dua. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @facebookPetrus Bala Pattyona II

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung menyatakan telah memeriksa Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan atau Kejari Jaksel Anang Supriatna. Anang diperiksa terkait pertemuan dengan tersangka kasus red notice Djoko Tjandra.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan pemeriksaan dilakukan karena beredar foto yang memperlihatkan Kejari Jaksel bertemu dengan tersangka Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte serta Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo. Foto pertemuan tersebut beredar luas dan menjadi viral.

"Dengan adanya pemberitaan tersebut, Jamwas telah merespons dengan memanggil Kejari dan Kasi Pidsus Jakarta Selatan untuk memberikan klarifikasi," ujar Hari seperti dikutip dari Tempo, Selasa (20/10/2020).

Hari sebelumnya telah menanggapi foto viral tersebut. Ia menyatakan bahwa memberikan makan siang kepada tersangka adalah hal yang biasa dan merupakan hak tersangka

"Dalam proses pelaksanaan tahap dua, baik itu perkara pidum (pidana umum) maupun pidsus (pidana khusus), jika sudah jadwalnya makan siang, maka kami akan memberikan makan siang kepada tersangka," kata Hari.

Hari menuturkan, terkadang pengacara atau kuasa hukum juga memesankan makan siang untuk kliennya. Para tersangka bisa meminta tolong kepada petugas untuk memesankan makanan dari kantin untuk mereka.

"Bisa memesan ke kantin yang ada di kantor sesuai menu yang ada sesuai SOP. Sedangkan apabila tersangka atau pengacara atau penyidik ingin menambah menu sendiri maka itu hak mereka," ucap Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kasus Djoko Tjandra Kejaksaan Agung

Sumber : Tempo

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top