Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Dampak La Nina, Mensos Pastikan Kesiapan Penanganan Bencana

Pemerintah memastikan kesiapan logistik dan peralatan dasar yang digunakan dalam penanganan bencana
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  11:16 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9/2020). ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara akan menggalakkan program penanggulangan bencana berbasis komunitas (community based disaster area) dengan menyiagakan puluhan ribu relawan di daerah rawan bencana.

“Intinya bahwa daerah rawan bencana tersebut bisa mengandalkan komunitasnya pada saat bencana datang atau saat memitigasinya,” ujarnya dalam konferensi pers hasil rapat terbatas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Selasa (13/10/2020).

Lebih lanjut, Mensos juga memastikan kesiapan logistik dan peralatan dasar yang digunakan dalam penanganan bencana. Menurutnya, logistik dan sejumlah peralatan sudah tersedia dan siap digunakan.

Hal itu dilakukan agar masyarakat yang terdampak bencana bisa dengan cepat mendapatkan bantuan.

“Kita ingin memastikan bahwa pada saat bencana datang, masyarakat yang terdampak bencana bisa segera mendapatkan kebutuhan dasarnya,” ujarnya.

Adapun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa fenomena La Nina yang terjadi saat ini berpotensi meningkatkan curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40 persen.

Walhasil, masyarakat diminta untuk waspda dan memonitor terus perkembangan informasi perkiraan cuaca oleh BMKG agar dapat mengantisipasi serta memitigasi terjadinya bencana.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat untuk menyiapkan diri dan mengantisipasi kemungkinan terjadi bencana hidrometeorologi seperti banjir.

Presiden menyatakan bahwa berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan bulanan di Indonesia berpotensi naik 20 - 40 persen di atas normal akibat fenomena La Nina.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk mengantisipasi dampak dari La Nina terhadap sejumlah sektor, khususnya sektor pertanian.

“Saya minta semua [mengantisipasi] dampak La Nina ini terhadap produksi pertanian agar betul-betul dihitung terhadap sektor perikanan, dan juga sektor perhubungan, karena 20 - 40 persen itu bukan kenaikan yang kecil,” kata Jokowi dalam konferensi pers saat membuka Rapat Terbatas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Lebih lanjut, Kepala Negara juga meminta BMKG untuk mengumumkan secepatnya perkembangan cuaca ke seluruh provinsi dan daerah guna melakukan antisipasi dampaknya.

"Dengan demikian masyarakat bisa tahu curah hujan bulanan ke depan ini akan terjadi seperti apa," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bencana BMKG mensos La Nina
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top