Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Kekerasan Intan Jaya, TGPF Segera Susun Rekomendasi

TGPF segera membuat laporan, menganalisa, mengevaluasi, dan mengambil kesimpulan serta membuat rekomendasi-rekomendasi terkait aksi kekerasan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Oktober 2020  |  11:13 WIB
Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Intan Jaya Benny Mamoto (kanan) bersama anggota tim di Intan Jaya, Papua. - Antara/HO/Dok Humas Kemenko Polhukam
Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Intan Jaya Benny Mamoto (kanan) bersama anggota tim di Intan Jaya, Papua. - Antara/HO/Dok Humas Kemenko Polhukam

Bisnis.com, TIMIKA - Pengumpulan data dan informasi lapangan terkait sejumlah kasus kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Papua, telah dilakukan TGPF.

Menko Polhukam Mahfud MD menugaskan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dipimpin Benny J Mamoto menjalakan misi tersebut.

Benny J Mamoto di Timika, Senin (12/10/2020), mengatakan pengumpulan data lapangan sangat penting dalam rangka membuat terang peristiwa yang terjadi.

Pada Senin pagi, Benny Mamoto bersama Anggota TGPF lainnya tiba kembali di Timika setelah beberapa hari melakukan pengumpulan data di wilayah Sugapa, Intan Jaya.

"TGPF segera membuat laporan, menganalisa, mengevaluasi, dan mengambil kesimpulan serta membuat rekomendasi-rekomendasi terkait aksi kekerasan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada September lalu. Bagaimana isinya, bagaimana hasilnya, tentunya kami harus melaporkan dulu kepada pimpinan kami sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas ,” ucap Benny Mamoto.

TGPF mengapresiasi dukungan dari semua pihak yang telah membantu dalam melaksanakan tugas tersebut.

Benny menyebutkan meski tim mengalami gangguan atau kendala teknis di lapangan, hal itu bisa diatasi.

Dengan begitu tugas yang diberikan harus bisa dikerjakan atau diselesaikan dengan baik agar persoalan yang terjadi di tengah warga bisa diungkap kebenarannya.

"Kami bersyukur semua berjalan lancar meskipun ada peristiwa memakan korban dari tim kami dan satu anggota dari satuan TNI tetapi kami tetap komit menyelesaikan tugas hingga selesai. Jadi segala kendala bisa kami atasi,” ujar purnawirawan Polri bintang dua itu.

Benny menambahkan tuntasnya pengumpulan data dan informasi lapangan kasus kekerasan di Intan Jaya tidak lepas dari dukungan TNI dan Polri.

Disebutkan Benny TNI-Polri telah memfasilitasi, mengawal, dan mengamankan anggota tim.

TGPF, katanya, fokus pada pengumpulan data dan informasi dari masyarakat, tokoh adat, agama setempat serta pihak terkait yang melaporkan berbagai peristiwa itu langsung kepada Presiden Joko Widodo di Jakarta.

Merespons laporan masyarakat itulah Presiden Jokowi memerintahkan Menko Polhukam Mahfud MD membentuk TGPF kasus Intan Jaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua penembakan intan jaya

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top