Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Takut Mikrofon Dimatikan, Trump Tolak Debat Virtual

Trump, yang masih menjalani rawat jalan Covid-19, juga mengatakan ingin melanjutkan kampanye.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Oktober 2020  |  06:56 WIB
Foto kombinasi memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, berbicara selama debat pertama mereka dalam rangka kampanye presiden 2020, yang berlangsung di kampus Cleveland Clinic-Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, 29/9/2020. ANTARA - REUTERS
Foto kombinasi memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden, berbicara selama debat pertama mereka dalam rangka kampanye presiden 2020, yang berlangsung di kampus Cleveland Clinic-Case Western Reserve University di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, 29/9/2020. ANTARA - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Donald Trump memicu kontroversi dalam pemilihan presiden AS dengan menolak ikut dalam debat virtual pada 15 Oktober melawan Joe Biden. Padahal, debat virtual bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Trump, yang sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari, menyatakan Jumat lalu bahwa dia telah dinyatakan positif dari paparan virus corona. Karena itu dia mengecam perubahan format yang diumumkan oleh komisi independen yang bertanggung jawab atas perdebatan tersebut.

Trump menyatakan kekhawatirannya bahwa mikrofonnya dapat terputus kalau dilakukan debat virtual. Trump, yang masih menjalani rawat jalan Covid-19, juga mengatakan ingin melanjutkan kampanye.

"Saya tidak akan membuang waktu saya untuk debat virtual. Bukan itu yang dimaksud dengan debat," kata Trump dalam wawancara telepon selama hampir satu jam dengan Fox Business seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (9/10/2020).

Dia mengatakan kalau debat virtual dilakukan maka peserta hanya duduk di belakang komputer lalu moderator akan memotong pembicaraan kapan pun mereka mau.

Tim kampamye Biden dan Trump sama-sama mengusulkan untuk menunda debat kedua menjadi tanggal 22 Oktober dari seharusnya 15 Oktober. Tanggal 22 Oktober yang seharusnya dijadwalkan sebagai pertemuan terakhir mereka sebelum pemilihan 3 November.

Tim kampanye Trump juga mengusulkan diadakannya debat lain pada 29 Oktober, namun ditolak oleh pihak Biden. "Perilaku Trump yang kacau tidak memungkinkan dia untuk menulis ulang kalender, dan memilih tanggal baru yang dia pilih," kata Kate Bedingfield, wakil manajer kampanye Biden.

Setelah mendapat arahan soal debat virtual, tim kampanye biden dengan cepat mengatur acara debat dengan mengambil tempat di balai kota Philadelphia pada 15 Oktober yang akan diselenggarakan oleh ABC News sebagai pengganti debat.

Bahkan sebelum penyakitnya diumumkan, perilaku Trump dalam debat pertama sudah kacau karena sering melakukan interupsi saat Biden berbicara. Karena itu Komisi Debat Presiden mendorong untuk melakukan perubahan format. Trump dikritik karena terus-menerus menyela dan mengomentari Biden dan moderator saat berdebat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

joe bidden Donald Trump Pilpres as 2020
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top