Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asiik! Napi di Rutan Ini Bisa Video Call dengan Keluarga, Gratis Lagi

Pada dasarnya warga binaan mendapat kunjungan adalah hak mereka, karena pandemi maka kami melakukan terobosan ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Oktober 2020  |  09:28 WIB
Seorang perempuan melakukan video call dari rumah melalui layar laptop dengan suaminya di dalam rutan dengan memanfaatkan fasilitas Vicado Rutan Wonosobo. - Antara/Heru Suyitno
Seorang perempuan melakukan video call dari rumah melalui layar laptop dengan suaminya di dalam rutan dengan memanfaatkan fasilitas Vicado Rutan Wonosobo. - Antara/Heru Suyitno

Bisnis.com, WONOSOBO - Jangan lagi bayangkan ruang tahanan sebagai tempat yang sungguh-sungguh terisolasi dari dunia luar. Teknologi memungkinkan tahanan berinteraksi dengan orang di luar lapas atau rutan.

Jika selama ini muncul kabar ada tahanan yang diketahui memiliki ponsel secara diam-diam, sembunyi-sembunyi, atau ilegal ke depan hal itu bisa jadi tidak akan lagi terjadi.

Pihak rumah tahanan bisa saja menyediakan sarana komunikasi yang sekaligus bisa menghadirkan citra visual melalui teknologi video call atau percakapan yang dilengkapi tayangan video secara real time.

Terobosan tersebut paling tidak dirintis sebuah rumah tahanan di Wonosobo, Jawa Tengah.

Di tengah pandemi Covid-19, rumah Tahanan Negara Kelas IIB Wonosobo, Jawa Tengah, memfasilitasi video call gratis antara narapidana dengan keluarganya di rumah.

Kepala Rutan Wonosobo Yoga Indra Wicaksi di Wonosobo, Jumat (2/10/2020), mengatakan program ini dinamakan Vicado atau video call door to door bagi keluarga narapidana yang tidak mampu.

"Petugas kami akan mengunjungi rumah keluarga narapidana yang tidak mampu tersebut untuk melakukan video call dengan warga binaan di dalam rutan," ujar Yoga.

Dia menyebutkan terobosan ini untuk memberi kemudahan kepada mereka.

"Pada dasarnya warga binaan mendapat kunjungan adalah hak mereka, karena pandemi maka kami melakukan terobosan ini," tambah Yoga.

Ia menuturkan layanan sosial ini merupakan pengembangan dari layanan video call yang telah berlangsung selama pandemi Covid-19.

Biasanya pihak keluarga datang ke rutan kemudian dari bilik yang disediakan di depan rutan  melakukan video call dengan warga binaan di dalam rutan.

Selama pandemi ini warga binaan tidak boleh menerima tamu secara langsung.

Bagi keluarga yang tidak mampu, datang ke rutan dengan mengeluarkan biaya perjalanan menjadi kendala tersendiri. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini.

Oleh karena itu, petugas rutan mendatangi keluarga napi dengan membawa alat komunikasi. Kemudian, alat komunikasi tersebut, dihubungkan dengan peralatan yang sudah disiapkan di dalam rutan. Hasilnya, keluarga dan warga binaan di rutan bisa saling berkomunikasi secara virtual.

Yoga menyebutkan dari hampir 200 napi/tahanan di Rutan Wonosobo, sekitar 60 persen berasal dari keluarga tidak mampu.

"Oleh karena itu, kami ada inovasi untuk mengunjungi keluarga napi agar bisa melakukan video call dan kelihatannya ini baru pertama kali di Indonesia," katanya.

Yoga berharap layanan sosial ini bisa dilakukan oleh rutan maupun lembaga pemasyarakatan yang lain.

"Menurut kami pengaruhnya besar sekali baik bagi warga binaan maupun keluarganya. Kadang-kadang di dalam mereka melamun karena ingin tahu kondisi keluarganya dan layanan ini menjadi salah satu solusinya," kata Yoga.

Ia menyampaikan dalam program ini pihaknya bekerja sama dengan Telkomsel sehingga sinyal internetnya bagus untuk melakukan video call.

Warga binaan Rutan Wonosobo Harun Al Rosyid mengakui manfaat fasilitas video call tersebut.

Menurut Rosyid, video call sangat membantu warga binaan, karena selama pandemi Corona warga binaan sulit bertemu keluarga.

Menurut dia, program video call door to door ini sangat membantu keluarga menengah ke bawah, apalagi bagi keluarga yang tidak mempunyai telepon seluler atau mempunyai telepon seluler tetapi masih jadul alias tidak bisa digunakan untuk video call.

"Kami hanya diminta mendaftar dan mengantre untuk menggunakan fasilitas ini. Kami senang sudah difasilitasi Rutan Wonosobo," katanya.

Salah satu istri warga binaan mengaku ia jadi bisa berbicara dengan suaminya yang berada di rutan.

"Sudah lama ingin ketemu dan alhamdulillah diberi kesempatan atau layanan seperti ini, petugas dari rutan datang ke rumah dan kami bisa bicara lewat layar, apalagi selama ini kami juga tidak punya telepon seluler untuk fasilitas tersebut sehingga sangat membantu kami," kata  Saritem.

Warga di kawasan Seruni Wonosobo ini mengaku terakhir bertemu langsung dengan suami di rutan pada enam bulan lalu atau sebelum pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

napi wonosobo

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top