Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri Tetap Larang Nonton Bareng Film G30S/PKI, Kecuali...

Kepolisian tidak akan mengeluarkan surat izin keramaian ke masyarakat manapun untuk menggelar nonton barang atau nobar G30S/PKI.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 28 September 2020  |  16:25 WIB
Pegawai memasang gambar pahlawan revolusi di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/9). Pemasangan gambar tersebut dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, sekaligus untuk mengenang korban peristiwa G30S/PKI, khususnya Tujuh Pahlawan Revolusi. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat
Pegawai memasang gambar pahlawan revolusi di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/9). Pemasangan gambar tersebut dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, sekaligus untuk mengenang korban peristiwa G30S/PKI, khususnya Tujuh Pahlawan Revolusi. ANTARA FOTO - M Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Polri memastikan akan tetap melarang penyelenggaraan nonton bareng (nobar) G30S/PKI saat pandemi Covid-19 belum berakhir di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono menegaskan bahwa Kepolisian tidak akan mengeluarkan surat izin keramaian ke masyarakat manapun untuk menggelar acara itu.

Menurutnya, kesehatan masyarakat tetap harus diutamakan selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia.

"Jadi yang jelas Polri tidak akan mengeluarkan izin keramaian. Ingat, keselamatan jiwa masyarakat itu yang pertama dan ini juga masih pandemi," tutur Awi, Senin (28/9/2020).

Kendati demikian, menurut Awi, Polri tidak bakal melarang masyarakat yang berencana menonton film G30S/PKI selama dilakukan di kediamannya masing-masing.

Hal tersebut, kata Awi dapat memiminalisir penyebaran Covid-19 dan tidak menimbulkan klaster baru Covid-19.

"Kalau mau menontonnya di rumah masing-masing ya silahkan," katanya.

Seperti diketahui, setiap menjelang akhir September, publik di Indonesia diingatkan pada isu G30S/PKI. Salah satu perbincangan yang terkait isu itu adalah pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI yang disutradarai Arifin C. Noer.

Jauh-jauh hari, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo 'menantang' agar KSAD dan Panglima TNI menginstruksikan acara nonton bareng film G30S/PKI tersebut.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI adalah hak seluruh warga negara, sampai kapan pun. "Silakan semuanya bisa nonton dan itu bagian dari sejarah bangsa, ideologi komunis harus benar-benar kita tolak untuk tidak bisa masuk ke negeri Pancasila ini," kata Hadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri g30s/pki
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top