Akankah TNI Gelar Nobar Film G30S/PKI? Ini Jawaban Panglima TNI Hadi Tjahjanto

Hadi mengatakan menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI adalah hak seluruh warga negara, sampai kapan pun. "Silakan semuanya bisa nonton dan itu bagian dari sejarah bangsa, ideologi komunis harus benar-benar kita tolak untuk tidak bisa masuk ke negeri Pancasila ini," kata Hadi di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu 26 September 2018.
JIBI | 27 September 2018 13:53 WIB
Panglima TNI Hadi Tjahjanto (kedua kiri) saat mendampingi Presiden Joko Widodo (kiri) mengecek peserta apel siaga NTB Bangun Kembali di lapangan Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (3/9/2018). - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap menjelang akhir September, publik di Indonesia diingatkan pada isu G30S/PKI. Salah satu perbincangan yang terkait isu itu adalah pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI yang disutradarai Arifin C. Noer.

Jauh-jauh hari, mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo "menantang" agar KSAD dan Panglima TNI menginstruksikan acara nonton bareng film G30S/PKI tersebut. Lantas, apa tanggapan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto?

Hadi mengatakan menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30SPKI adalah hak seluruh warga negara, sampai kapan pun. "Silakan semuanya bisa nonton dan itu bagian dari sejarah bangsa, ideologi komunis harus benar-benar kita tolak untuk tidak bisa masuk ke negeri Pancasila ini," kata Hadi di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu 26 September 2018.

Menurut Hadi, ideologi komunis adalah musuh bersama segenap bangsa Indonesia. Kata dia, ideologi tersebut telah membawa sejarah kelam yang tidak akan pernah dilupakan bangsa Indonesia. "Itu yang selalu kami tanamkan kepada seluruh generasi penerus, sehingga bahaya komunis menjadi kewaspadaan kita semua," ujarnya.

Soal rencana pemutaran kembali film G30SPKI ini mencuat setelah Gatot Nurmantyo menantang Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Mulyono untuk memerintahkan jajarannya menggelar acara nobar film tersebut, melalui cuitan di akun Twitter-nya. Gatot juga menyebut KSAD sebagai penakut jika tak berani mengintruksikan pemutaran kembali film itu.

"Kok KSAD-nya penakut, ya sudah pantas lepas pangkat," kata Gatot melalui akun Twitternya, @Nurmantyo_Gatot pada Kamis, 20 September 2018. Saat dikonfirmasi melalui pesan, Gatot mempersilakan cuitannya itu untuk dikutip.

Ada tiga cuitan Gatot terkait nonton bareng film G30SPKI. Pada cuitan ketiga ia menuliskan keyakinannya bahwa KSAD dan Panglima TNI bukan tipe penakut.

Berikut tiga cuitan dimaksud:

Lantas, akankah acara nobar film G30SPKI tetap dilangsungkan di lingkungan TNI? Seperti kata Gatot, "kita lihat saja pelaksanaannya."

Sumber : TEMPO.CO

Tag : film, tni, pki, panglima tni
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top