Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pacu Kredit, Bank Sentral Eropa Beri Insentif Suku Bunga Minus 1 Persen

Program kredit yang dikenal dengan TLTRO akan memberi bank pinjaman jangka panjang dengan suku bunga serendah minus 1 persen jika perbankan mengalirkan kredit ke perusahaan dan rumah tangga.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 September 2020  |  16:10 WIB
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Sentral Eropa menawarkan insentif pinjaman yang akan mendorong pemberi pinjaman zona euro merilis pendanaan sangat murah.

Angsuran pinjaman yang ditargetkan, yang dikenal dengan TLTRO, akan memberi bank pinjaman jangka panjang dengan suku bunga serendah minus 1 persen jika perbankan mengalirkan kredit ke perusahaan dan rumah tangga.

Menariknya, bank-bank sudah memiliki dana yang cukup setelah mencatat rekor 1,3 triliun euro (US$1,5 triliun) dalam operasi sebelumnya tiga bulan lalu. Barclays Plc memperkirakan jumlahnya kali ini akan mencapai 10 miliar euro, sedangkan NatWest Markets Plc. memprediksi hingga 200 miliar euro.

"Lebih dari 100 miliar euro berarti kita berbisnis," kata Rishi Mishra, seorang analis di Futures First, dilansir Bloomberg, Kamis (24/9/2020).

TLTRO telah menjadi salah satu alat ECB yang paling penting karena lebih dari sekadar memberi kompensasi kepada bank dengan suku bunga minus 0,5 persen. Suku bunga dibebankan pada simpanan bank, mengurangi profitabilitas dan berpotensi menghalangi mereka untuk memberikan pinjaman.

Beberapa ekonom menganggap ECB telah tersandung pada sistem suku bunga ganda yang memungkinkannya memangkas biaya pinjaman tanpa batas praktis dan tanpa merusak sistem perbankan.

Namun, akses luar biasa ke pinjaman murah yang dikombinasikan dengan stimulus moneter lain seperti program pembelian obligasi besar-besaran, memang meningkatkan prospek efek samping seperti kenaikan harga aset dan pinjaman berisiko.

Bahkan hal itu dapat merusak pengaruh ECB atas harga pasar jangka pendek. Euribor tiga bulan, yakni tingkat di mana bank secara teoritis dapat meminjam dari satu sama lain, turun ke rekor terendah menjadi -0,508 persen minggu ini.

Ketika turun di bawah suku bunga kebijakan ECB minggu lalu, itu adalah fenomena yang hanya terjadi sekali sebelumnya, pada Agustus 2019, sesaat sebelum bank sentral menurunkan suku bunga deposito.

Kelebihan likuiditas di zona Euro mungkin akan segera melampaui 3 triliun euro untuk pertama kalinya.

ECB memproyeksikan ekonomi akan berkontraksi 8 persen tahun ini, dan tingkat inflasi turun di bawah nol untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Meningkatnya infeksi virus Corona dapat memperburuk prospek.

Ekonom memperkirakan program pembelian obligasi pandemi 1,35 triliun euro akan diperluas lagi tahun ini. Pasar tidak akan menetapkan harga pemotongan suku bunga 10 basis poin lagi hingga Oktober 2021.

Piet Christiansen, kepala strategi di Danske Bank A / S di Kopenhagen, memperkirakan bahwa kelebihan likuiditas akan naik lagi 600 miliar euro menjadi 800 miliar euro pada musim panas 2021.

"Kami pikir pandangan ini harus dan akan menang," kata Frederik Ducrozet, kepala strategi global di Banque Pictet & Cie di Jenewa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ecb bunga kredit

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top