Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ECB Diperkirakan Tambah Stimulus Pandemi pada Akhir Tahun

Para ekonom memperkirakan ECB akan meningkatkan pembelian obligasi pada Desember dari level saat ini senilai 1,35 triliun euro setara dengan US$1,6 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 September 2020  |  11:20 WIB
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman - Reuters/Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Sentral Eropa (ECB) sepertinya akan menambah stimulus sebagai respons terhadap krisis kesehatan yang menekan perekonomian pada akhir tahun.

Pasalnya, pemulihan ekonomi tampak flat di Benua Biru dan penguatan euro menjadi ancaman yang dapat merusak pergerakan harga.

Berdasarkan survei yang dilakukan Bloomberg, para ekonom memperkirakan ECB akan meningkatkan pembelian obligasi pada Desember dari level saat ini senilai 1,35 triliun euro setara dengan US$1,6 triliun.

Sebagian besar ekonom dalam survei tersebut menduga program pembelian obligasi di masa pandemi akan diperpanjang selama enam bulan dan bahkan bisa sampai akhir 2021.

“Responden juga menyampaikan bahwa ECB memiliki dana 210 miliar euro untuk membeli lebih banyak [obligasi] hingga Maret lewat program pinjaman perbankan yang variatif,” tulis Bloomberg mengacu kepada hasil survei, seperti dikutip pada Jumat (4/9/2020).

Dewan Gubernur ECB diperkirakan bakal mempertahankan kebijakannya saat pertemuan virtual pekan depan dan Gubernur ECB Christine Lagarde diharapkan memberi sinyal mengenai aksi moneter di masa depan.

Suku bunga acuan ECB juga juga tampak belum berubah hingga akhir 2022. Saat ini, tingkat suku bunga deposito ditetapkan -0,5 persen.

Ekonom memperkirakan perubahan suku bunga akan menjadi risiko bagi nilai tukar euro. Adapun, euro telah menguat ke atas US$1,20 pekan ini untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir setelah sempat menguat 12 persen pada Maret saat awal pandemi.

Penguatan euro pun menekan harga-harga karena membuat biaya impor terpangkas. 

“Laju penguatan mata uang tunggal akan menjadi fokus bank sentral,” tulis Bloomberg. 

Sebelumnya, Bank Sentral AS (Federal Reserve) telah lebih dulu menunjukkan komitmen untuk menahan suku bunga di level terendah dan mengubah target inflasi 2 persen menjadi inflasi rata-rata.

“Sampai sekarang, apresiasi euro belum mengubah prospek inflasi. Tapi retorikanya, ECB harus mengawal tren kenaikan nilai tukar,” kata Ekonom DekaBank Kristian Toedtmann di Frankurt, Jerman.

Dalam jangka panjang, ekonom memperkirakan kebijakan moneter Benua Biru akan tetap mengikuti strategi The Fed, yaitu membiarkan target inflasi menuju 2 persen dulu.

Beberapa responden survei malah menduga ECB akan memangkas target inflasi di bawah dan mendekati 2 persen.

Analis Kuantitatif Rabobank Bas van Geffen menunjukkan bahwa data makroekonomi sudah cukup baik untuk menggaransi aksi moneter baru dari bank sentral pada September. Namun, ketidakpastian mengenai pandemi, prospek pertumbuhan ekonomi, dan arah inflasi masih menjadi kendala.

“ECB akan mengonfirmasi ulang bahwa bank sentral tetap siap untuk mengubah kebijakan pada saat diperlukan,” kata van Geffen.

Adapun, rebound sementara dari resesi Covid-19 tetap membawa awan gelap bagi prospek pemulihan ekonomi di masa depan.

Hal itu mengingat infeksi virus masih meningkat ketika libur musim panas dimulai dan beberapa negara melonggarkan kebijakan pembatasan sosial. Di sisi lain, indikator ekonomi mulai bergairah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ecb stimulus ekonomi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top