Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

38 Karyawan Positif Covid-19, RS Soeradji Klaten Batasi Waktu Pelayanan

Pelacakan orang yang belakangan pernah melakukan kontak erat dengan puluhan pasien itu terus diperluas.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 23 September 2020  |  22:40 WIB
Ilustrasi-Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi dalam simulasi penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). - Antara/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi-Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi dalam simulasi penanganan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Lavalette, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, KLATEN - Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat dr Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten, Jawa Tengah membatasi waktu pelayanan.

Hal itu tak lepas dari adanya 38 karyawan RSST Klaten yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, tracing atau pelacakan orang yang belakangan pernah melakukan kontak erat dengan puluhan pasien itu terus diperluas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, RSST mengubah jam kerja pelayanan instalasi rawat jalan terpadu. Jam pendaftaran dibuka pukul 07.30 WIB-11.00 WIB pada Senin-Kamis dan pukul 07.30 WIB-09.00 WIB pada Jumat dari sebelumnya pukul 07.00 WIB-13.00 WIB pada Senin-Kamis dan pukul 07.00 WIB-11.00 WIB pada Jumat.

Waktu pelayanan instalasi rehabilitasi medik juga dibuah dengan format yang sama. Kepala Instalasi Pemasaran dan Humas RSST Klaten, Sri Wardani, membenarkan perubahan waktu pelayanan itu.

"Sebelumnya jam pelayanan di instalasi rawat jalan terpadu itu sampai pukul 16.00 WIB. Kami sudah umumkan perubahan jam pelayanan di instalasi rawat jalan terpadu dan instalasi rehabilitasi medik," kata Sri Wardani saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (23/9/2020).

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSST Klaten, Juli Purnomo, mengatakan ada pembatasan yang diterapkan di rumah sakit setelah ada karyawan yang positif Covid-19.

"Semua tetap jalan tetapi dikurangi jumlah pasien. Bila rumah sakit lain bisa, maka akan kami rujuk ke rumah sakit sekitar. Jumlah tempat tidur kami kurangi karena dipakai untuk isolasi mandiri karyawan terpapar," kata dia.

Poliklinik Dibatasi

Juli juga menjelaskan jam pelayanan poliklinik juga dibatasi. Untuk sementara pelayanan poliklinik dibatasi hingga pukul 13.00 WIB dari biasanya sampai pukul 16.00 WIB.

"Mohon untuk masyarakat untuk tidak ke RSST Klaten jika tidak mendesak. Kalau pun harus datang, harus ke RSST dimohon untuk selalu menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan penyebab penularan Covid-19 di kalangan karyawan RSST Klaten masih ditelusuri. Dia membenarkan awal kasus di RSST sekitar dua pekan terakhir bermula ketika ada seorang satpam yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Hingga Rabu (23/9/2020) siang, masih tercatat sebanyak 38 karyawan RSST yang terkonfirmasi positif Covid-19 serta menjalani isolasi mandiri di bangsal khusus rumah sakit atau rumah masing-masing.

Rata-rata karyawan yang terpapar  Virus Corona yakni tenaga nonmedis seperti satpam dan sopir.

"Tracing sampai saat ini masih terus dilanjutkan. Hari ini tracing dilakukan kepada mereka yang berinteraksi di luar rumah sakit seperti pedagang-pedagang yang ada di sekitar rumah sakit," jelas Ronny saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (23/9/2020).

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klaten covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top