Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diduga Bahayakan Pengikutnya, Rusia Tangkap Pemimpin Sekte Gereja

Operasi khusus digelar Kepolisian Rusia untuk menangkap Sergei Torop beserta petinggi sekte lainnya, Vadim Redkin dan Vladimir Vedernikov.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 September 2020  |  20:12 WIB
Ilustrasi - Umat Kristen Ortodoks menghadiri misa di sebuah gereja di bagian Katedral Kristus Sang Penyelamat yang lebih rendah, setelah gereja dibuka kembali sebagai bagian dari pelonggaran pembatasan terkait virus corona (COVID-19) di Moskow, Rusia, Selasa (2/5/2020)/Antara - Reuters/Maxim Shemetov
Ilustrasi - Umat Kristen Ortodoks menghadiri misa di sebuah gereja di bagian Katedral Kristus Sang Penyelamat yang lebih rendah, setelah gereja dibuka kembali sebagai bagian dari pelonggaran pembatasan terkait virus corona (COVID-19) di Moskow, Rusia, Selasa (2/5/2020)/Antara - Reuters/Maxim Shemetov

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang pemimpin sekte 'Gereja Testamen Terakhir' di Siberia ditangkan Otoritas Kemanan Rusia, Selasa (22/9/2020).

Kepolisian Rusia dalam pernyataannya mengatakan bahwa pemimpin sekte itu lantaran diduga membahayakan kesehatan para pengikutnya. Dia pun ditangkap ditangkap beserta beberapa petinggi lain sekte tersebut.

Komite Investigasi Rusia lewat pernyataan tertulis mengatakan sekte religius itu menekan aspek psikis jemaat untuk mendapatkan uang sumbangan dari para pengikut. Tersangka juga menyebabkan kesehatan para jemaat terganggu.

Pemimpin sekte, Sergei Torop, merupakan eks polisi lalu lintas, yang oleh para pengikutnya disebut Vissarion.

Dia mendirikan sekte Gereja Testamen Terakhir di Krasnoyarsk, salah satu daerah terpencil Siberia pada 1991 —bertepatan dengan pecahnya Uni Soviet.

Torop, yang diketahui berjanggut dan memelihara rambut panjang, memiliki ribuan pengikut. Beberapa dari mereka percaya Torop merupakan reinkarnasi Yesus Kristus.

Operasi khusus digelar kepolisian untuk menangkap Torop beserta petinggi sekte lainnya, Vadim Redkin dan Vladimir Vedernikov. Dalam operasi gabungan itu, kepolisian menggandeng Badan Keamanan Federal, lembaga pengganti KGB — badan intelijen Rusia.

Dari rekaman kamera pengawas, dua pria dari sekelompok orang yang ditahan digiring dari bis ke sebuah helikopter.

Kantor berita resmi, RIA, menyebut para tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara jika terbukti bersalah. Pengacara para tersangka belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapannya terkait kasus hukum tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rusia gereja

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top