Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dugaan Kesengajaan Kebakaran Gedung Kejagung Turunkan Kepercayaan Publik

Munculnya dugaan ada unsur kesengajaan dalam kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 September 2020  |  22:12 WIB
Tangkapan layar video kebakaran di gedung Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8/2020) - Twitter@humasjakfire
Tangkapan layar video kebakaran di gedung Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8/2020) - Twitter@humasjakfire

Bisnis.com, JAKARTA – Anggota Komisi II DPR Junimart Girsang, yang juga praktisi hukum, menilai informasi dari polisi mengenai dugaan ada unsur kesengajaan dalam kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.

"Informasi adanya kesengajaan dalam kebakaran gedung Kejagung akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini semakin menurun," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (21/9/2020).

Oleh karena itu, kata Girsang, Kejagung dituntut untuk segera mengungkap kejadian di balik kebakaran itu guna mengembalikan kepercayaan publik.

Dia mengingatkan publik menunggu langkah konkret dari Jaksa Agung dan jajarannya untuk membuktikan berbagai spekulasi negatif terhadap kasus kebakaran ini.

“Saatnya petinggi Kejaksaan dan jajarannya sedikit bicara dan banyak kerja. Publik perlu diyakinkan bahwa Kejagung memang ada untuk melindungi kepentingan negara sesuai dengan tupoksi yang berkepastian. Ataukah moralitas dan mentalitas para penegak hukum ini sebaiknya dievaluasi kembali?" tanya Girsang.

Dia mengutarakan peristiwa kebakaran Gedung Kejagung pada Sabtu (22/8/2020) itu sangat mengagetkan sekaligus memilukan.

Terlebih lagi, lanjutnya, peristiwa itu terjadi pada saat kasus yang melibatkan konglomerat Djoko Tjandra sedang menyeret oknum pejabat institusi itu.

Selain Kejaksaan, Girsang juga mengingatkan polisi untuk segera mengungkap oknum pelaku dan motif di balik pembakaran Gedung Korps Adhyaksa itu.

Menurut dia, masyarakat sedang menunggu hasil penyidikan dari Kepolisian, sebab lokasi terjadinya kebakaran merupakan ruang intelijen yang sarat berisi informasi dan data strategis yang sangat mungkin merupakan dokumen penting terkait dengan penegakan hukum.

"Ini situasi yang genting dan perlu mendapat atensi khusus dari Presiden beserta jajaran penegak hukum," lanjut Girsang.

Sebelumnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Listyo Prabowo, mengatakan penanganan kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung naik dari penyelidikan ke penyidikan karena ada dugaan pidana dalam peristiwa itu.

Tim gabungan telah menggelar gelar perkara yang dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Kepolisian Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Ferdy Sambo.

Dari hasil penyelidikan, mereka menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik, melainkan diduga karena nyala api terbuka.

Api berasal dari lantai 6 Ruang Rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung, kemudian dengan cepat menjalar ke ruangan dan lantai lain karena diduga terdapat cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parket, panel HPL dan bahan mudah terbakar lainnya.

Nantinya pelaku penyebab terjadinya kebakaran hebat itu bakal dijerat pasal 187 KUHP dan atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara 15 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran Kejaksaan Agung

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top