Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pilkada Serentak 2020 : 'Musibah' PKB dan Ambisi Mengulang Kejayaan di Kabupaten Sidoarjo

Bisnis.com, JAKARTA — Tak seperti pemilihan kepala daerah edisi sebelumnya, Pemilihan Bupati Sidoarjo 2020 menjadi agak berbeda bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 21 September 2020  |  11:49 WIB
Data pemilih dan APBD Kabupaten Sidoarjo
Data pemilih dan APBD Kabupaten Sidoarjo

Bisnis.com, JAKARTA — Tak seperti pemilihan kepala daerah edisi sebelumnya, Pemilihan Bupati Sidoarjo 2020 menjadi agak berbeda bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pada awal tahun ini, Bupati Sidoarjo Saiful Illah tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak masalah bagi PKB karena Wakil Bupati Nur Ahmad Syaifuddin yang kemudian menjadi pelaksana tugas juga kader partai tersebut.

Penangkapan Saiful tidak berefek pada pencalonan di Pilbup Sidoarjo 2020. Pasalnya, Ketua DPC PKB Sidoarjo itu sudah dua periode menyandang status kepala daerah setempat.

Persoalan muncul tatkala Nur Ahmad meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19 pada akhir Agustus. Mau tak mau PKB harus mencari calon bupati yang bukan orang dalam Pemkab Sidoarjo.

Bukannya berkoalisi, PKB mantap mengajukan calon sendirian. Pilihan dijatuhkan kepada pemuda berusia 29 tahun bernama Ahmad Muhdlor. Kendati berusia muda, Muhdlor membawa nama besar ayahnya, K.H. Agoes Ali Masyhuri, pengasuh Pondok Pesantren Bumi Shalawat.

Buat PKB, Sidoarjo serupa dengan Kota Surabaya bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sejak pemilihan langsung digelar pada 2005, PKB selalu menjadi partai penguasa.

Dimulai dari duet Wien Hendrarso-Saiful Illah sebagai petahana memenangkan Pilbup Sidoarjo 2005. Tren berlanjut dengan keberhasilan Saiful Ilah pada pemilihan 2010 dan 2015 dengan pendamping berbeda.

Pada 2015, Saiful-Nur Ahmad mampu meraup 58,94% total suara sah, mengungguli tiga kontestan lain. Padahal, sang pemenang hanya diusung sendirian oleh PKB.

Menghadapi Pilbup Sidoarjo 2020 pun tak masalah bagi PKB tanpa bergabung dengan partai politik lain. Di DPRD Sidoarjo, sebanyak 13 kursi atau 26% dari total 50 kursi diduduki oleh kader PKB.

Meski demikian, partai politik lain bernafsu menghentikan potensi quattrick PKB. Koalisi terbesar dibentuk oleh Partai Gerindra dengan mengajukan bekas Anggota DPR Bambang Haryo Soekartono. Pengusung lain adalah Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Saat berada di Senayan sepanjang 2014-2019, Bambang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Timur I yang mencakup Surabaya dan Sidoarjo. Namun, dia kalah dalam Pileg 2019 dan sempat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Sementara itu, poros Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjagokan Kelana Aprilianto. Pria kelahiran Malang ini memiliki usaha perkebunan kelapa sawit dan perhotelan.

Bambang menggandeng Mohammad Taufiqulbar, sedangkan Kelana didampingi Dwi Astutik. Kedua bakal calon wakil bupati itu merepresentasikan kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Sementara itu, Ahmad Muhdlor yang dari sono-nya sudah santri ditandemkan dengan politisi PKB Subandi.

Populasi Sidoarjo tercatat sebanyak 1,83 juta jiwa atau peringkat kedelapan di antara 224 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada 2020. Menurut estimasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), terdapat 1,54 juta warga Sidoarjo yang memiliki hak pilih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK pilkada sidoarjo Pilkada Serentak
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top