Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Awas, Kasus Aktif dan Tingkat Kematian Corona RI di Atas Rata-rata Dunia

Presiden Jokowi meminta jajarannya untuk bekerja lebih keras dalam mengendalikan penyebaran virus Corona (Covid-19).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 14 September 2020  |  12:24 WIB
Presiden Joko Widodo saat membuka sidang kabinet paripurna untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9 - 2020)  -  Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo saat membuka sidang kabinet paripurna untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9 - 2020) - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Rasio kasus aktif dan tingkat kematian akibat virus Corona (Covid-19) di Indonesia kembali berada di atas rata-rata dunia. Sebelumnya, negara ini mencatat dua hal itu lebih baik dibandingkan dengan rata-rata global.

“Pemerintah harus kerja keras meningkatkan angka kesembuhan. Per 13 september rata-rata kasus aktif di Indonesia 25,02 [persen], sedikit lebih tinggi dari kasus aktif dunia yang mencapai 24,78 [persen],” kata Presiden dalam pembukaan rapat rerbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Kemudian, jumlah kasus sembuh per 13 September sebanyak 155.010 orang. Dengan demikian, tingkat kesembuhan Indonesia sebesar 71 persen. Angka ini juga, kata Jokowi, sedikit lebih rendah dibandingkan global.

Sementara itu, tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih berada di atas rata-rata dunia, di mana negara ini mencatat 3,99 persen, sedangkan berdasarkan data Presiden tingkat kematian akibat Covid-19 di dunia 3,18 persen.

“Tetapi memang angka ini angka sebesar 3,99 ini mengalami penurunan dibandingkan angka kematian yang seminggu yang lalu yang berada di angka 4,02 persen,” kata Presiden.

Namun, bila dilihat lebih detail, Jokowi menambahkan, tingkat kematian tertinggi merupakan kontribusi 4 provinsi, yakni Bengkulu, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Tingkat kematian tinggi dari 4 provinsi yang memiliki tingkat kematian di atas 6 persen. Informasikan ke provinsi tersebut dan kita pemerintah pusat memberikan dukungan penuh sehingga bisa menurunkan angka kematian,” kata Presiden.

Sementara itu, per 13 September 2020, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan pasien meninggal akibat virus Corona (Covid-19) mencapai 73 orang. Alhasil, jumlah kumulatif kasus meninggal dunia akibat wabah ini menembus angka 8.723 orang.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Minggu (13/9/2020) Jawa Timur menjadi provinsi dengan penambahan kasus meninggal tertinggi di Indonesia.

Daerah yang dipimpin Khofifah Indar Parawansa ini melaporkan penambahan 17 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian, total pasien meninggal akibat wabah di provinsi tersebut mencapai 2.763 orang. Angka tersebut merupakan yang tertinggi secara nasional.

Pada posisi kedua adalah Riau yaitu 8 orang, sehingga total kasus meninggal di provinsi tersebut mencapai 70 orang.

Kemudian, Jawa Tengah melaporkan penambahan 6 kasus meninggal, Bali 6 kasus, DKI Jakarta 5 kasus, Jawa Barat 5 kasus, Aceh 4 kasus, Sulawesi Selatan 4 kasus, dan Sumatera Barat 3 kasus.

Selanjutnya provinsi Papua melaporkan 3 kasus meninggal, Sumatra Barat 3 kasus, Kalimantan Timur 2 kasus, dan DI Yogyakarta 2 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top