Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BIN Pamer Pasukan Khusus, Pengamat Singgung James Bond dan Intel Melayu

Membukanya ke publik itu jelas melanggar prinsip mendasar intelijen terkait kerahasiaan, kesenyapan dan kesilumanan.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 13 September 2020  |  12:15 WIB
Kemunculan Pasukan Rajawali BIN dalam sebuah acara - Instagram/Bambang.soesatyo
Kemunculan Pasukan Rajawali BIN dalam sebuah acara - Instagram/Bambang.soesatyo

Bisnis.com, JAKARTA - Kemunculan Pasukan Khusus BIN dikritisi pengamat Connie Rahakundini Bakrie.

Connie menyinggung soal aspek kerahasiaan yang mestinya melekat pada badan intelejen, bukannya malah pamer kekuatan:

Menurut Connie Pasukan Khusus Badan Intelijen Negara (BIN) seharusnya tidak dibuka dipublik karena melanggar prinsip dasar intelijen.

“BIN memperlengkapi diri dengan punya kapal terbang siluman, kapal selam, mobil mampu melesat seperti petir, dan apa pun yang ingin BIN miliki untuk bisa seperti James Bond sah-sah saja. Tetapi kemudian membukanya ke publik itu jelas melanggar prinsip mendasar intelijen terkait ‘kerahasiaan, kesenyapan dan kesilumanan’ yang menjadi gugur seketika dengan terbukanya alat peralatan tersebut,” tegas akademisi dan peneliti pertahanan ini dalam pernyataannya kepada media, Minggu (13/9/2020).

Connie menceritakan pengalamannya dalam pergaulan intelejen internasional, bagaimana kerahasiaan menjadi hal yang penting di dunia intelijen.

“Apalagi tentang SDM nya. Ketika saya kuliah di Inggris dan berkesempatan mewawancarai beberapa tokoh MI5 dan MI6, mereka tidak pernah hadir dengan nama mereka. Tapi dengan nama samaran. Jadi sejak rapat dahulu kala sampai sekarang, saya tidak pernah tahu nama selain julukan atau code number para pejabat intelijen Inggris tersebut,” jelasnya.

Kerahasiaan, menurut Connie, sangat penting karena menyangkut keamanan tokoh dan pelaku intelejen.

“Karena semua tokoh dan pelaku intelijen tidak boleh ketahuan nama, wajah dan tugasnya dan itu semata mata demi dan untuk keamanan misi, keamanan diri dan keamanan keluarganya,” ujarnya

Connie sangat menyayangkan sebuah pasukan khusus yang sangat strategis dimiliki oleh BIN dibuka ke publik.

“Sangat disayangkan, BIN yang dikomandani dan dibangun Pak Budi Gunawan dengan dana yang mungkin tidak terbatas karena betul betul ingin dibangun profesional, harus berujung di ‘mentalitas intel melayu’,”

Bambang Soesatyo

Kemunculan pasukan khusus BIN pertama kali disampaikan Ketua MPR Bambang Soesatyo.

"Pasukan Khusus Rajawali BIN memang beda. Selamat! Penampilan yang luar biasa. Jaga Indonesia. Jaga NKRI," tulis Bamsoet, sapaan populer Bambang Soesatyo, di akun istragramnya.

Tulisan singkat Bamsoet itu dipadu dengan unggahan video pasukan tersebut.

Unggahan Bamsoet itu memancing sejumlah komentar sejumlah akun Instagram.

Akun arejawatimur misalnya menulis soal fungsi BIN sebagai matanya Indonesia.

"Belajar menatap mata Rajawali saja.. BIN Adalah matanya Indonesia . Bagaimana tidak harus dilengkapi senjata jika tugas berat mengancam nyawa dan palang pintu pertama sebelum musuh menguasai obyek vital negara. Lihatlah Mosad CIA mereka semua bersenjata. Kenapa BIN tidak, Mari sebagai Bangsa Indonesia yang mencintai negara janganlah berkomentar yang tidak menyejukkan. Ingat motto BIN" Dimanapun Keberadaan kita Seberat Apupun tugas dan Resiko yang menimpa, Semuanya Hanyalah milik kita" Dan saya yakin didalam personel itu pasti terdiri dari pasukan khusus tiga Matra TNI yang terbaik. Mohon koreksi Kalau saya salah. Salam NKRI," ujar akun ini menjawab komentar yang bernada negatif atas kemunculan pasukan ini.

Sementara akun akbar mempertanyakan fungsi pasukan khusus BIN tersebut.

"Fungsi nya masih di pertanyakan ini. Kerja nya ngapain aja, teroris juga ada densus. TkA asing masuk diem aja, jadi ini kerjanya apa ya ?, ujar akun Akbar dengan nada menggugat.

Sementara akun iriburane menuliskan bahwa Pasukan Khusus Rajawali Indonesia hampir sama dengan Special GE Forces.

Sedangkan akun ivanomahendra menyoroti masa pensiun anggota pasukan khusus ini kela.

"Sehebat Apapun dan sekuat apapun Dengan penerapan program Pelatihan yg dassiat luar biasa , Pada Ahir nya Mereka akan tua dan Pensiun hidup Seada nya.dengan keluarga mereka .. Kasian Para purnawirawan TNI Yang Sekarang banyak terjadi Di usir dari kediaman nya..," ujarnya.

Komentar bernada guyon dilontarkan akun bangbenbatavia, "setau saya kalo nyamar ga pake kostum itu tapi pake gerobak bakso atau sepeda siomay," ujarnya.

Selain itu, terdapat akun yang menulis soal pemberantasan korupsi di Indonesia. 

"Lebih keren lagi bisa nembak dan nangkep koruptor yg kabur begitu aja," ujar akun ahmad_salim83

Sementara itu, politisi dari Partai Demokrat Benny K Harman mempertanyakan kemunculan pasukan khusus BIN ini.

Melalui akun Twitternya, Benny K Harman, mempertanyakan munculnya pasukan ini.

"Benarkan BIN punya Pasukan Intelijen khusus Bersenjata? Jika ini berita benar, yang wajib tersinggung ialah TNI dan POLRI. Apa dasar juridis, BIN punya pasukan inteligen bersenjata lengkap? Mau lawan siapa?Apa ada perintah dari Presiden? Rakyat Monitor!," ujarnya melalui akun @BennyHarmanID.

Sementara itu, berdasar penelusuran pada sejumlah pemberitaan yang terekam di Internet, pasukan khusus BIN tersebut muncul saat BIN memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh politik dan militer Indonesia.

Dalam kegiatan di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), pada Rabu (9/9/2020) itu sejumlah tokoh politik dan militer Indonesia didaulat menjadi warga kehormatan.

Sementara itu, di jejaring media sosial untuk berbagai video, youtube, rekaman video kegiatan ini salah satunya diunggah aku trimatra. Namun, tidak ada penjelasan lebih jauh dari kegiatan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

badan intelijen negara
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top