Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Palestina Kritik Normalisasi Hubungan Bahrain dengan Israel

Palestina memandang normalisasi hubungan tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negaranya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 September 2020  |  10:51 WIB
Permukiman Israel Kedumim dekat Nablus di wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Selasa (25/2/2020)./Antara - Reuters
Permukiman Israel Kedumim dekat Nablus di wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Selasa (25/2/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, Jakarta – Palestina dikabarkan gusar mengetahui Bahrain sepakat untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, di saat negara tersebut melanjutkan pendudukannya di tanah Palestina.

Mereka memandang apa yang terjadi sebagai bentuk pengkhianatan lagi terhadap Palestina. Sebelumnya, mereka sudah dikhianati dengan normalisasi hubungan antara Uni Emirat Arab dengan Israel.

"Lagi-lagi ini pengkhianatan terhadap upaya Palestina. Lewat normalisasi dengan Israel, Bahrain melanggar semua resolusi Arab," ujar figur senior dari Organisasi Pembebasan Palestina, Wassel Abu Youssef, dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Sabtu (12/9/2020).

Diberitakan sebelumnya, Bahrain menjadi negara Arab keempat yang sepakat untuk melakukan normalisasi dengan Israel. Dengan kata lain, Bahrain akan memiliki hubungan diplomatik formal dengan negara yang dipimpin Benjamin Netanyahu tersebut.

Adapun langkah tersebut dianggap pengkhianatan oleh Palestina karena berseberangan dengan upaya mereka untuk menyelesaikan sengketa wilayah dengan Israel. Menurut Palestina, jika negara yang melakukan normalisasi dengan Israel semakin banyak, maka pengaruh Israel akan semakin kuat dalam sengketa wilayah kedaulatan dengan Palestina.

Pada pertemuan Liga Arab yang berlangsung beberapa hari lalu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas sudah meminta komitmen negara-negara Arab untuk tidak mengikuti langkah Uni Emirat Arab.

Dia membuat apa yang disebut Resolusi Palestina. Namun, mayoritas peserta enggan menyetujuinya, menjadi pertanda normalisasi antara negara-negara Arab dan Israel tak terhindarkan.

Hingga berita ini ditulis, Mahmoud Abbas belum memberikan pernyataan resmi atas kesepakatan normalisasi Bahrain dan Israel. Meski begitu, salah satu pejabat Palestina yang dekat dengannya menyebut Mahmoud Abbas menyakini damai di Arab tidak akan terjadi hanya dengan melakukan normalisasi bersama Israel.

"Damai tidak akan terjadi sampai masalah di Palestina diselesaikan," ujarnya menirukan tanggapan Mahmoud Abbas. Abbas, kata ia, juga tidak menduga normalisasi itu benar terjadi.

Sementara itu, di Gaza, juru bicara Hamas Hazem Qassem mengutuk langkah Bahrain. Menurutnya, apa yang dilakukan Bahrain malah memperburuk situasi Palestina, bukan mempermudahnya.

Bahrain diagendakan meneken normalisasi tersebut di Gedung Putih pada pekan depan. Bersamanya akan hadir delegasi dari Uni Emirat Arab yang lebih dulu melakukan normalisasi dengan Israel pada akhir Agustus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel bahrain

Sumber : Tempo.co

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top