Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Corona Melonjak, Epidemiolog Sebut Indonesia Butuh PSBB Nasional

Epidemiolog UI Pandu Riono menyatakan Indonesia perlu memberlakukan PSBB nasional karena kasus penularan Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 10 September 2020  |  14:03 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan Indonesia membutuhkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara nasional.

Dia menuturkan, hal itu dibutuhkan karena saat ini persentase positif virus Corona dari orang yang menjalani pemeriksaan atau positivity rate merangkak naik dan semakin jauh dari ketentuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“PSBB [nasional] itu pilihan yang perlu dipertimbangkan,” kata Pandu saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2020).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sepanjang 24 - 30 Agustus 2020, pemerintah telah melakukan tes Covid-19 kepada 125.434 orang. Hasilnya, 18.518 orang di antaranya positif. Dengan demikian pada periode tersebut positivity rate atau tingkat penularan virus di Indonesia sebesar 14,8 persen.

Satu pekan setelahnya, tingkat penularan melaju cukup kencang. Pada periode 31 Agustus hingga 6 September 2020, sebanyak 118.895 menjalani tes Covid-19, baik melalui metode Reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) maupun tes cepat molekuler (TCM).

Pemeriksaan pada rentang waktu tersebut menunjukan sebanyak 22.056 orang positif Covid-19. Dengan demikian, positivity rate secara nasional pada pekan pertama September sebesar 18,6 persen.

Selanjutnya atau pada pekan kedua bulan ini, hingga 9 September 2020, sebanyak 48.116 orang telah menjalani pemeriksaan dan hasilnya 9.233 orang di antaranya positif. Positivity rate pun kembali naik menjadi 19,2 persen.

“Itu mengindikasikan tingkat penularan nya terus merangkak naik, dan belum ada tanda-tanda penurunan,” tambah Pandu.

Sementara itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) positivity rate suatu wilayah seharusnya ditekan setidaknya pada angka 5 persen. Level tersebut menjadi salah satu kondisi ideal untuk melakukan pelonggaran pembatasan sosial.

Kenaikan tingkat penularan secara nasional selaras dengan bertambahnya zona merah di Indonesia. Per 6 September 2020, wilayah dengan tingkat risiko tinggi naik 7,7 persen menjadi 70 kabupaten/kota. Satu pekan sebelumnya, zona merah bahkan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat.

“Ini perlu menjadi perhatian kita semua, kondisi ini harus diperbaiki,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, Selasa (8/9/2020).

Wiku mencatat ada 12 kabupaten/kota dengan perubahan zona risiko dari oranye menjadi merah atau sedang menjadi tinggi. Wilayah ini terdapat di 15 provinsi.

Naiknya zona risiko tinggi, kata Wiku, diikuti pula dengan kenaikan zona oranye dari 230 kabupaten/kota menjadi 267 kabupaten/kota. Pada saat yang sama zona risiko rendah turun dari 151 menjadi 114 kabupaten/kota.

Satgas Covid-19 juga mencatat pasien Covid-19 per 6 September naik 18,6 persen selama sepekan terakhir dibandingkan dengan pekan sebelumnya, atau dari 18.625 kasus menjadi 22.097 kasus. Selama dua pekan terakhir penambahan kasus naik dua digit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top