Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Temu Menteri Luar Negeri Asean Soroti Gejolak Laut China Selatan

Visi Asean 2025 yang akan diformulasikan dalam dialog ini diharapkan dapat membantu Asean merespons tantangan dan kesempatan di masa depan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 09 September 2020  |  16:58 WIB
Para menteri luar negeri dari negara-negar adi Asia Tenggara mengikuti Asean Foreign Minister Meeting ke-53 secara virtual, Rabu (9/9/2020) - Twitter/@Menlu_RI
Para menteri luar negeri dari negara-negar adi Asia Tenggara mengikuti Asean Foreign Minister Meeting ke-53 secara virtual, Rabu (9/9/2020) - Twitter/@Menlu_RI

Bisnis.com, JAKARTA - Asean Foreign Minister Meeting ke-53 menyoroti adanya gejolak di kawasan Laut China Selatan (LCS) semenjak pandemi Covid-19 berlangsung.

Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc mengatakan tahun 2020 akan segera berakhir dalam 4 bulan ke depan. Namun, suasana geopolitik dan geoekonomi justru bergejolak.

"Termasuk Laut China Selatan yang memperlihatkan volatilitas yang merugikan perdamaian dan stabilitas," katanya dalam pembukaan AMM ke-53, Rabu (9/9/2020).

Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Binh Minh menegaskan Asean akan mempertahankan posisi yang berprinsip, menahan diri, dan mengutamakan penyelesaian secara damai semua sengketa berdasarkan hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

"Asean akan terus mempromosikan implementasi DOC secara penuh dan serius akan berupaya merumuskan COC yang efektif dan substantif sesuai hukum internasional dan UNCLOS 1982," ungkapnya. 

DOC adalah Declaration on the Conduct of Parties in the South Chinese Sea merupakan dokumen hubungan Asean - China terkait LCS. Sementara COC adalah kode etik yang mengatur poin negosiasi terkait LCS.

Untuk itu, visi Asean 2025 yang akan diformulasikan dalam dialog pada AMM kali ini diharapkan dapat membantu Asean merespons tantangan dan kesempatan yang bakal terjadi di masa depan.

Kegiatan itu juga sebagai upaya untuk menegakkan norma yang telah diabadikan di dalam Piagam PBB dan Piagam Asean yang berfokus pada hubungan antar negara. 

Kedua piagam tersebut juga mengedepankan kepatuhan hukum internasional, kesetaraan, aspek saling menghormati, saling pengertian, dan saling percaya.

"Asean akan terus aktif berkontribusi dan mempromosikan perannya dalam upaya untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional," katanya.

Seperti diketahui, China justru semakin menunjukkan kekuatannya di LCS di tengah pandemi Covid-19. 

Beberapa claimant country yang juga merupakan anggota Asean seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam semakin panas dengan perilaku China akhir-akhir ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asean laut china selatan
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top