Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AS Terbangkan Pesawat Mata-mata, China Tembakkan Empat Rudal di Laut China Selatan

Ketegangan antara AS dan China terkait Laut China Selatan meningkat setelah Beijing menembakkan empat rudal ke jalur perairan yang disengketakan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  06:58 WIB
Laut China Selatan - military.com
Laut China Selatan - military.com

Bisnis.com, JAKARTA - Ketegangan antara AS dan China terkait Laut China Selatan meningkat setelah Beijing menembakkan empat rudal ke jalur perairan yang disengketakan.

Sementara itu, pemerintah Trump memperkuat tindakan terhadap perusahaan-perusahaan yang membantu mendirikan pos-pos pertahanan terdepan di wilayah tersebut.

China meluncurkan empat rudal balistik jarak menengah ke Laut China Selatan kemarin dalam satu latihan militer berskala luas dengan melibatkan Tentara Pembebasan Rakyat, menurut seorang pejabat pertahanan AS yang meminta untuk tidak disebutkan namanya. Rudal itu mendarat di laut daerah antara Pulau Hainan dan Kepulauan Paracel, kata pejabat itu seperti dikutip Bloomberg, Kamis (27/8).

Langkah Tersebut dilakukan sehari setelah Beijing memprotes pesawat mata-mata AS yang terbang di atas wilayah itu.

Secara terpisah, AS mengumumkan pembatasan perdagangan dan pembatasan visa pada 24 perusahaan karena dituduh membantu China "merebut kembali dan memiliterisasi pos-pos terdepan yang disengketakan" di wilayah maritim yang diperebutkan, menurut pernyataan dari Departemen Pertahanan AS.

"Amerika Serikat, negara tetangga China, dan komunitas internasional telah menegur klaim kedaulatan China atas Laut China Selatan dan mengutuk pembangunan pulau buatan untuk militer China," kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross.

Dia mengatakan sejumlah perusahaan telah memainkan peran penting dalam melakukan provokasi dengan membangun pulau-pulau buatan dan harus dimintai pertanggungjawaban. Akan tetapi dia tidak menyebut nama perusahaan itu.

Ketegangan AS-China meningkat ketika pemerintahan Trump mencoba untuk melawan apa yang dilihat AS sebagai kampanye China yang semakin intensif untuk mendominasi Laut China Selatan yang kaya sumber daya dan negara-negara kecil di wilayah tersebut.

Presiden Donald Trump mengambil sikap yang lebih keras terhadap China sebagai elemen kunci dari kampanye pemilihan ulangnya melawan mantan Wakil Presiden Joe Biden pada saat kedua negara berusaha untuk mempertahankan "fase satu” perjanjian dagang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laut china selatan konflik laut china selatan
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top