Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemulihan Lapangan Kerja Terhambat, Australia Kembali Tutup Perbatasan

Tingkat pengangguran efektif Australia akan melebihi 13 persen dalam beberapa bulan mendatang, naik dari 9,9 persen pada Juli, karena 450.000 orang kehilangan pekerjaan pada Agustus dan September.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  10:12 WIB
Kereta belanja ditinggalkan begitu saja di tepi jalan sepi di Docklands, area perkantoran di Melbourne, Australia, pada 9 Juli./Bloomberg - Carla Gottgens
Kereta belanja ditinggalkan begitu saja di tepi jalan sepi di Docklands, area perkantoran di Melbourne, Australia, pada 9 Juli./Bloomberg - Carla Gottgens

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar setengah dari 1,3 juta warga Australia yang kehilangan pekerjaan atau mundur pada awal pandemi kini telah kembali bekerja, meskipun pemulihan terhambat oleh penutupan perbatasan negara.

Bendahara Josh Frydenberg mengatakan hampir 700.000 orang telah memperoleh pekerjaan efektif sejak April. Namun, tingkat pengangguran efektif Australia akan melebihi 13 persen dalam beberapa bulan mendatang, naik dari 9,9 persen pada Juli, karena 450.000 orang kehilangan pekerjaan pada Agustus dan September.

Menurut analisis Departemen Keuangan, sebagian besar kehilangan pekerjaan itu terjadi di Victoria.

"Jalan masih panjang untuk melewati krisis ini. Data menunjukkan tanda-tanda bahwa pemulihan pekerjaan mungkin melambat karena penutupan perbatasan negara telah diperketat," kata Frydenberg, dilansir Bloomberg, Senin (24/8/2020).

Kebijakan penutupan perbatasan populer di kalangan para pemimpin negara bagian, dengan jajak pendapat menunjukkan bahwa mereka sangat didukung oleh para pemilih. Namun hal itu menghambat upaya Perdana Menteri Scott Morrison untuk membuka kembali ekonomi yang telah memasuki resesi.

Terlepas dari pukulan terhadap industri pariwisata, penutupan tersebut menciptakan kekacauan bagi orang-orang di kota-kota yang berada di sekitar perbatasan, yang perlu menyeberang secara teratur untuk bekerja atau mengakses perawatan medis.

Selain itu, media lokal juga melaporkan ada orang-orang yang tidak diizinkan melakukan perjalanan antarnegara bagian untuk mengunjungi kerabat yang sakit keras.

Perdana menteri negara bagian telah menutup wilayah untuk membatasi penyebaran virus. Para pemimpin kini menghadapi seruan untuk melonggarkan pembatasan jika memungkinkan karena biaya ekonomi dari krisis meningkat.

Chief Executive Officer Qantas Airways Ltd. Alan Joyce pekan lalu bergabung dengan seruan untuk aturan perbatasan yang lebih jelas saat maskapai tersebut mengalami kerugian pertama dalam enam tahun.

Perdana Menteri Queensland Annastacia Palaszczuk telah menutup perbatasannya dengan New South Wales, Victoria, dan Wilayah Ibu Kota Australia.

Setelah pemilu Sabtu pekan lalu di Wilayah Utara, Kepala Menteri Michael Gunner mengklaim dia berada di jalur yang tepat untuk memenangkan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan.

Dia mengatakan pembatasan perbatasan mungkin tetap berlaku selama 18 bulan, secara efektif menghentikan pariwisata ke tempat-tempat seperti Taman Nasional Uluru dan Kakadu.

Perbatasan antara Victoria dan New South Wales juga ditutup dengan pengecualian tertentu. Perbatasan Tasmania akan tetap ditutup setidaknya hingga Desember.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia lapangan kerja Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top