Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Obat Covid-19, KSAD Andika: Kalau Ada Kekurangan Akan Disempurnakan

KSAD Andika Perkasa mengaku masih menunggu review uji klinis obat Covid-19 dan menyatakan siap melakukan penyempurnaan jika ditemukan kekurangan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Agustus 2020  |  20:47 WIB
Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan sambutannya sebelum menerima hasil uji klinis tahap tiga obat baru untuk penanganan pasien COVID-19 di Jakarta, Sabtu (15/8 - 2020). Universitas Airlangga bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri menyelesaikan penelitian obat baru untuk pasien COVID/19 yang dirawat tanpa ventilator di rumah sakit, b
Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan sambutannya sebelum menerima hasil uji klinis tahap tiga obat baru untuk penanganan pasien COVID-19 di Jakarta, Sabtu (15/8 - 2020). Universitas Airlangga bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD), Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri menyelesaikan penelitian obat baru untuk pasien COVID/19 yang dirawat tanpa ventilator di rumah sakit, b

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyampaikan perkembangan terkini mengenai hasil uji klinis obat Covid-19.

Andika mengaku bahwa obat Covid-19 yang merupakan hasil penelitian dari Universitas Airlangga (Unair), TNI AD dan BIN sudah diserahkan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Tanggal 19 (Agustus) kemarin, kami datang ke BPOM untuk menyerahkan hasil uji klinis, termasuk Capa (corrective and preventive action),” kata Andika saat melakukan kunjungan ke Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/8/2020).

Andika mengatakan, uji klinis obat Covid-19 Unair, sudah mengikuti koreksi BPOM.

"Corrective and preventive Action itu adalah memang tindakan yang diminta berdasarkan koreksi dari BPOM pada saat inspeksi bulan lalu,” ujarnya.

Andika mengatakan bahwa saat penyerahan hasil uji klinis tersebut disaksikan sejumlah pihak.

“Hadir dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga melakukan pengawasan terhadap BPOM, kemudian ada Komisi Nasional Penilai Obat, kemudian dari kami sendiri, dan pejabat utama dari BPOM,” jelasnya.

Dia mengungkapkan dalam pertemuan saat penyerahan ke BPOM telah disepakati sejumlah hal.

“Dari yang saya pahami, BPOM mau pun kami sepakat, bahwa kita harus melakukan yang terbaik. Jadi pasti akan ada waktu yang dibutuhkan untuk me-review hasil uji klinis maupun corrective and preventive action tadi, yang juga merupakan koreksi sebetulnya dari BPOM,” kata Andika

Andika mengatakan, masih menunggu hasil review terhadap obat tersebut.

“Apabila nanti ditemukan ada kekurangan-kekurangan, pasti harus disempurnakan. Itu yang saya pahami pada saat kita bertemu di BPOM,” ungkapnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya BPOM menemukan beberapa kesalahan dalam uji klinis kombinasi obat Covid-19 Unair.

“Kami menemukan beberapa gap, ada temuan-temuan yang sifatnya kritikal, major, minor,” kata Kepala BPOM Penny Lukito, dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2020).

Penny mengatakan, dari inspeksi pada 28 Juli 2020 itu, BPOM menemukan bahwa temuan kritikal ini akan berdampak pada validitas proses uji klinis dan validitas hasil yang didapat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 Obat Covid-19

Sumber : Tempo.Co

Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top