Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Relawan Covid-19 Nasional: Masih Banyak Masyarakat Termakan Hoaks

Koordinator Gerakan Siap Adaptasi Relawan Covid-19 Nasional Hashfi Khairudin mengatakan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan keberadaan Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  05:35 WIB
Hashfi Khairuddin, S.Kedokteran, Koordinator Gerakan Siap Adaptasi Relawan Covid-19 Nasional (Recon). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Hashfi Khairuddin, S.Kedokteran, Koordinator Gerakan Siap Adaptasi Relawan Covid-19 Nasional (Recon). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Relawan Covid-19 Nasional (Recon) bekerja sama denan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membentu Gerakan 31 Hari Siap Adaptasi Kebiasaan Baru. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah dengan membasmi hoaks atau kabar bohong.

Koordinator Gerakan Siap Adaptasi Relawan Covid-19 Nasional Hashfi Khairudin mengatakan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan keberadaan Covid-19. Selain itu, banyak pula masyarakat yang termakan oleh kabar-kabar tidak benar, yang umumnya ditemukan pada pesan di WhatsApp.

“Jadi ketika kami melakukan edukasi gerakan ini ke lapangan, banyak respons berbeda-beda yang kami dapatkan. Ada yang sangat antusias dan sudah sadar pentingnya untuk melakukan adaptasi kebiasaan baru dengan patuh protokol kesehatan, ada juga yang menolak keras,” ungkap Hashfi, Selasa (11/8/2020).

Dia mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa Covid-19 adalah konspirasi dan merupakan hal yang tidak nyata. Ini jadi tantangan bagi para relawan Recon.

Untuk menghadapi permasalah tersebut, salah satu strategi dari Recon antara lain adalah repetisi atau mengulang pesan yang disampaikan kepada masyarakat sehingga terbuka hatinya untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru.

“Kami targetnya adalah tempat kerumunan yang sangat riskan, seperti di pasar, kampung, dan tempat ibadah juga disampaikan dan dilakukan secara repetisi dan melakukan pendekatan, yang kemudian hasil kegiatannya dilaporkan melalui media sosial,” ujar Hashfi.

Selain mengedukasi masyarakat, dari narasi yang disiapkan harapannya masyarakat juga mau saling ajak. Harapannya komunikasi, informasi, dan edukasi yang diberikan ke masyarakat tidak hanya berhenti dari relawan ke masyarakat, tapi bisa berlanjut dari masyarakat satu ke yang lain.

Lebih lanjut, dengan banyaknya informasi banyak beredar di WA, yang entah betul atau tidak, relawan menyediakan konten adaptasi kebiasaan baru yang lebih tepat untuk disebarkan juga melalui platform-platform pesan digital tersebut menggunakan konten “hoax buster”.

“Jadi semua platform digital dijajal, karena banyak informasi tersebar dari situ juga. Kontennya sudah disiapkan lebih awal per harinya berbeda-beda. Bisa narasi, poster, bisa dicetak di tempat masing-masing, dan konten video,” terangnya.

Sebelum memulai gerakan itu, para relawan juga mendapatkan pembekalan, baik dari WHO, Kementerian Kesehatan, dan organisasi profesi kepada para relawan yang jumlahnya 15.000.

Adapun, materi yang disebarkan berkaitan dengan adaptasi melakukan protokol kesehatan untuk jaga jarak, pakai masker, dan mencuci tangan. Informasi tersebut disiarkan secara berulang-ulang.

“Makin hari konfirmasi positif makin meningkat, korban makin banyak, tenaga medis makin kewalahan, ini adalah hal yang nyata. Ini menunjukkan betapa pentingnya melakukan adaptasi kebiasaan baru,” tegasnya.

Harapannya, gerakan ini bisa menghentikan penularan lewat adaptasi kebiasaan baru. Gerakan ini juga bisa mempercepat pengendalian Covid-19.

“Garda terdepan ini justru masyarakat kita sendiri yang bisa melakukan adaptasi kebiasaan baru, sedangkan tenaga kesehatan adalah benteng terakhir. Jadi kalau masih bisa digunakan garda terdepan ini, kita gunakan secara efektif dan baik,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Relawan covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top