Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Viral Kabar Tahanan Tewas di Bui, Kapolres Barelang Angkat Bicara

Kapolres Barelang mengatakan pihaknya tengah menelusuri informasi penganiayaan tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan dari tim laboratorium forensik.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  18:55 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Polres Barelang akhirnya angkat bicara mengenai viralnya informasi tentang adanya tahanan atas nama Hendri Alfred Bakarie yang tewas karena diduga dianiaya anggota Polri.

Kapolres Barelang, Kombes Polisi Purwadi Wahyu Anggoro mengemukakan bahwa pihaknya tengah menelusuri informasi penganiayaan tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan dari tim laboratorium forensik terhadap jenazah Hendri Alfred Bakarie.

"Saya tidak mau berpolemik dulu. Kita serahkan ke dokter ahli yang bisa simpulkan,” tuturnya melalui sambungan telepon di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya terkait wajah jenazah yang dibungkus, hal tersebut merupakan prosedur dari pihak rumah sakit untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Menurut rumah sakit. Mereka itu membungkus kepala yang bersangkutan sesuai prosedur Covid-19. Itu adalah wewenang rumah sakit,” katanya.

Sebelumnya, informasi penganiayaan tahanan Polres Barelang Batam Kepulauan Riau tersebut sempat viral usai diposting oleh pemilik akun media sosial @apasihkopat yang diretweet sekitar 7.580 kali.

Dalam tweet tersebut, pihak keluarga menuding penyebab meninggalnya tahanan Hendri Alfred Bakarie karena dianiaya. 

Keluarga tahanan juga telah membeberkan sejumlah bukti yang menguatkan dugaannya itu. Salah satu buktinya adalah adanya luka memar di sekujur tubuh jenazah.

Sementara itu, wajah jenazah juga telah dibungkus menggunakan plastik dan lakban.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri kepolisian
Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top