Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Telusuri Gratifikasi Djoko Tjandra, Polri Gandeng KPK

Tim penyidik Bareskrim Polri terlebih dulu akan melakukan gelar (ekspose) perkara, setelah itu baru membuka peluang untuk kerja sama dengan KPK.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  13:08 WIB
Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia ditunjukkan kepada media saat konferensi pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2020). - Antara
Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra (kedua kiri) yang ditangkap di Malaysia ditunjukkan kepada media saat konferensi pers di kantor Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri berencana menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri aliran dana gratifikasi atau suap terpidana Joko Soegiharto Tjandra ke sejumlah pihak untuk menghapus status red notice.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengemukakan bahwa Bareskrim Polri dan KPK bisa melakukan kerja sama untuk investigasi aliran dana tersebut.

"Bila perlu KPK - Polri bisa investigasi bersama atau joint investigation dalam kasus ini," kata Listyo dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Kendati demikian, dia tidak menjelaskan lebih jauh kapan kerja sama antara Bareskrim Polri dan KPK itu akan direalisasikan. Menurutnya, tim penyidik Bareskrim Polri terlebih dulu akan melakukan gelar (ekspose) perkara, setelah itu baru membuka peluang untuk kerja sama dengan KPK.

"Gelar perkaranya pekan ini, kita tunggu saja," kata Listyo.

Terkait perkara tersebut, tim penyidik juga sudah meningkatkan status hukumnya dari penyelidikan ke penyidikan.

Status hukum perkara tersebut dinaikkan, setelah tim penyidik memeriksa terpidana Joko Tjandra secara intensif setelah ditangkap di Malaysia beberapa hari lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK bareskrim polri Kasus Djoko Tjandra
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top