Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

TNI Dilibatkan Tangani Terorisme, Pengamat: Perlu Didukung

TNI dan Polri memiliki personel terlatih dalam menangani situasi emergency sehingga perlu kolaborasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Agustus 2020  |  08:55 WIB
Anggota Brimob dan TNI melakukan latihan penyergapan teroris - Antara/Ari Bowo Sucipto
Anggota Brimob dan TNI melakukan latihan penyergapan teroris - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, KUPANG - Pelibatan TNI dalam penanganan terorisme dinilai sebagai hal yang patut didukung. Hal itu terutama terkait dengan gerakan terorisme yang bersifat transnasional.

Menurut Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) Ahmad Atang pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu kepolisian dalam menangani terorisme perlu didukung.

"Soal keterlibatan TNI menangani terorisme menurut saya perlu didukung, karena kedua institusi ini [TNI-Polri]memiliki personel terlatih dalam menangani situasi emergency sehingga perlu kolaborasi," kata Ahmad Atang, di Kupang, Senin (10/8/2020).

Dia mengemukakan hal itu terkait pro-kontra seputar rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Keterlibatan TNI dalam Penanganan Terorisme.

Mantan Pembantu Rektor I UMK itu menjelaskan, terorisme merupakan metode gerakan dari radikalisme, sehingga keberadaannya dikategorikan sebagai kejahatan yang luar biasa.

Terorisme, lanjutnya, selalu membidik sasaran berupa sarana umum, kerumunan di tempat umum, dan korbannya bersifat massal.

Sebagai gerakan transnasional, terorisme bukan hanya menjadi ancaman dalam negeri akan tetapi menjadi ancaman global. Itu sebabnya terorisme menjadi musuh bersama masyarakat dunia.

Indonesia termasuk salah satu negara yang menjadi sasaran aksi-aksi teror. Pemerintah membentuk sebuah badan untuk menangani masalah bahaya terorisme ini.

Begitu juga, kata Ahmad Atang, dalam organ kepolisian ada Densus 88 yang selama ini gencar memburu para aktor yang diduga sebagai pelaku teror.

Namun, kerja Densus 88 yang begitu masif justru tidak membuat pergerakan teroris menjadi surut, tapi terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Karena itu, muncul isu soal peraturan presiden atau perpres yang akan melibatkan TNI guna membantu kepolisian dalam menangani terorisme, menurut saya perlu didukung," kata Ahmad Atang.

Dia menambahkan, kehadiran TNI tidak untuk melemahkan organ kepolisian, tetapi justru akan memperkuat posisi negara dalam berhadapan dengan pelaku aksi teror.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme tni polri

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top