Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bantu Buron Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Jadi Tersangka 

Brigjen Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana pembuatan surat palsu dan membantu pelarian DPO Joko Soegiharto Tjandra.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  18:19 WIB
Data Djoko Tjandra di interpol - interpol.go.id
Data Djoko Tjandra di interpol - interpol.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri akhirnya menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana pembuatan surat palsu dan membantu pelarian DPO Joko Soegiharto Tjandra alias Djoko Soegiharto Tjandra.

Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengemukakan bahwa tim penyidik menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo sebegai tersangka setelah melakukan gelar (ekspose) perkara dan mendapat dua alat bukti. Gelar perkara itu dihadiri oleh Irwasum Polri, JAM Pidsus Kejaksaan Agung, Karo Wasidik dan para penyidik pada tim gabungan Bareskrim Polri.

Hal itu cukup untuk menjerat Brigjen Prasetijo Utomo dalam perkara tindak pidana pembuatan surat palsu dan membantu pelarian buronan kelas kakap Joko Tjandra ke luar negeri.

"Kami tetapkan BJP PU sebagai tersangka terkait kasus membuat dan menggunakan surat palsu dan membantu pelarian JST," tuturnya, Senin (27/7/2020).

Listyo memastikan bahwa perkara tersebut tidak akan berhenti sampai Brigjen Prasetijo Utomo, tapi tetap akan dikembangkan. Sehingga tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus tersebut.

"Kami akan terus kembangkan kasus ini, artinya tidak berhenti sampai pada BJP PU saja," katanya.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Kuasa Hukum buronan kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Soegiharto Tjandra, Anita Dewi Kolopaking memaparkan latar belakang dan proses penerbitan surat jalan untuk kliennya yang diteken Brigjen Prasetijo Utomo.

Brigjen Prasetijo Utomo, yang sudah dicopot dari jabatannya, kala itu berstatus sebagai Koordinator Pengawasan PPNS Bareskrim.

"Jadi, awalnya 6 Juli Pak Djoko Tjandra akan ke Indonesia untuk RUPS luar biasa perusahaan miliknya . Karena kondisi Covid-19, mengharuskan ada tes. Pak Djoko minta tes Covid-19 di Pontianak sebelum ke Jakarta," ujarnya dalam acara acara Mata Najwa yang diunggah ke kanal Youtube seperti dikutip, Jumat (24/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bareskrim Kasus Djoko Tjandra
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top