Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ribuan Orang Ikuti Salat Jumat Pertama di Masjid Hagi Sophia Setelah 86 Tahun

Umat muslim yang ikut dalam salat itu termasuk juga Presiden Turki Erdogan, didampingi oleh menteri kabinet dan pejabat tinggi lainnya, bergabung dengan ratusan jamaah di dalam Hagia Sophia ketika kerumunan berkumpul di luar masjid.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  19:37 WIB
Hagia Sophia di Istanbul, Turki./Antara - Pixabay
Hagia Sophia di Istanbul, Turki./Antara - Pixabay

Bisnis.com, JAKARTA - Ribuan orang mengikuti salat Jum'at yang pertama kalinya setelah 86 tahun di masjid Hagia Sophia Turki.

Umat muslim yang ikut dalam salat itu termasuk juga Presiden Turki Erdogan, didampingi oleh menteri kabinet dan pejabat tinggi lainnya, bergabung dengan ratusan jamaah di dalam Hagia Sophia ketika kerumunan berkumpul di luar masjid.

Dari video yang beredar, pelaksanaan salat Jum'at tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memberikan jarak satu meter antara jamaah satu dengan lainnya.

Beberapa orang datang dari luar Istanbul dan menghabiskan malam di sekitar Hagia Sophia menunggu salat.

Dikutip dari CNN, hanya 500 orang diundang ke dalam gedung karena pembatasan coronavirus, menurut direktur urusan agama Turki Ali Erbas. Ribuan lagi berdoa di taman dan di Lapangan Sultanahmet di kota tua Istanbul.

Sedangkan menurut BBC, sekitar 1.000 orang diizinkan masuk melalui pos pemeriksaan keamanan, sementara yang lain menggelar tikar doa di luar.

Jamaah rela menggelar tikar dan salat di lapangan luar masjid, karena kebahagiaan Hagia Sophia bisa kembali menjadi masjid.

Situs Warisan Dunia UNESCO itu dibangun sebagai katedral pada masa pemerintahan kaisar Bizantium Justinian I pada tahun 537 tetapi dikonversi menjadi masjid setelah penaklukan Ottoman atas Konstantinopel pada tahun 1453.

Hagia Sophia ditetapkan sebagai museum dalam reformasi kunci otoritas pasca-Ottoman di bawah pendiri republik modern Mustafa Kemal Ataturk.

Erdogan mengatakan tahun lalu bahwa merupakan "kesalahan yang sangat besar" untuk mengubahnya menjadi museum. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki masjid
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top