Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjelasan Kemendagri soal Teori Jenazah Pasien Covid-19 Dibakar

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar menegaskan bahwa pernyataan Mendagri Tito Karnavian dikutip tak utuh.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  13:45 WIB
Ilustrasi - Kerabat menyaksikan para penggali berpakaian pelindung mengubur peti jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brasil, di Sao Paulo, Brasil, Rabu (13/5/2020). - Antara\n\n
Ilustrasi - Kerabat menyaksikan para penggali berpakaian pelindung mengubur peti jenazah seorang pria, yang meninggal dunia akibat Covid-19 di pemakaman Vila Formosa, pemakaman terbesar di Brasil, di Sao Paulo, Brasil, Rabu (13/5/2020). - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri memberikan pernyataan resmi atas penyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait teori terbaik jenazah Covid-19 untuk dibakar.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar menegaskan bahwa pernyataan Mendagri Tito Karnavian dikutip tak utuh. Seperti diketahui, pernyataan mendagri itu disampaikan dalam Webinar Nasional Asosiasi FKUB Nasional yang diikuti secara virtual melalui aplikasi Zoom, Selasa (21/7/2020).

“Pernyataan Pak Menteri dipotong-potong, dikutip tak utuh oleh sebagian oknum media massa sehingga jadinya salah tafsir di masyarakat,” tegas Bahtiar dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (24/7/2020).

Bahtiar menjelaskan pada saat itu mendagri menjelaskan bahwa jenazah yang terinfeksi Covid-19 seyogyanya dibakar untuk mematikan virusnya. 

Pernyataan itu didasarkan pada salah satu penelitian yang menyebutkan bahwa salah satu karakteristik Covid-19 adalah dapat mati dan tidak menyebar setelah dipanaskan pada suhu 56 derajat celcius.

Namun, cara itu tidak harus karena tentunya disesuaikan dengan keyakinan ataupun aqidah masing-masing.

“Yang dikatakan Pak Menteri, secara teori seyogyanya jenazah Covid dibakar agar virusnya juga mati. Namun, bagi kita yang Muslim dan beberapa agama lain, ini tidak sesuai aqidah, maka penatalaksanaannya dibungkus tanpa celah agar virus tidak keluar (menyebar), kemudian dimakamkan,” jelasnya.

Dengan demikian, Bahtiar meminta polemik soal pernyataan ini diakhiri dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Pasalnya, perlakukan terhadap jenazah yang terinfeksi Covid-19 dikembalikan pada protokol kesehatan dan penanganan sesuai keyakinan masing-masing.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian juga menyampaikan bahwa ada pernyataannya yang dikutip tak utuh sehingga menuai kontroversi di tengah masyarakat. Dengan adanya klarifikasi tersebut, Mendagri berharap polemik terkait hal ini dapat diakhiri sehingga masyarakat tidak salah paham atas pemberitaan yang terjadi.

“Ada (oknum) media yang memotong sepotong saja, bahkan ada kata-kata yang di luar apa yang saya katakan, yaitu jenazah Covid-19 harus dibakar, saya tidak pernah mengatakan seperti itu, tidak pernah,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendagri Tito Karnavian covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top