Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Blokir Huawei, Inggris Dukung Nokia dan Ericsson

Dengan mengecualikan Huawei, Inggris memangkas jumlah pemasok telekomunikasi krusialnya dari tiga menjadi hanya dua. Sekretaris Budaya Oliver Dowden mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dengan demikian, kedua pemasok tersebut tak boleh dihilangkan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  14:54 WIB
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen
Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah memblokir Huawei Technologies Co pada jaringan 5G-nya, Inggris mengatakan perlu melindungi dua pemasok lain yakni Nokia Oyj dan Ericsson AB.

Dengan mengecualikan Huawei, Inggris memangkas jumlah pemasok telekomunikasi krusialnya dari tiga menjadi hanya dua. Sekretaris Budaya Oliver Dowden mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dengan demikian, kedua pemasok tersebut tak boleh dihilangkan.

"Risiko terbesar dari diversifikasi adalah kehilangan vendor lain, sehingga itu menjadi bagian penting dalam pertimbangan dan diskusi kami," kata Dowden kepada anggota parlemen di Komite Sains dan Teknologi, dilansir Bloomberg, Kamis (23/7/2020).

Dia melanjutkan, keputusan itu akan melibatkan posisi modal perusahaan-perusahaan itu dan mempertimbangkan apakah ada langkah lebih lanjut yang harus diambil sehubungan dengan itu.

Pekan lalu, pemerintah mengatakan operator harus mencopot total perangkat Huawei dari jaringan 5G pada akhir 2027. Pemerintah mengutip sanksi AS terhadap Huawei yang akan menyebabkan keamanan dan keberlanjutan perangkat menjadi sulit dijamin.

Larangan itu menyusul bertahun-tahun kampanye Gedung Putih Amerika Serikat agar para sekutu memblokir Huawei. Administrasi Trump juga menyerukan Inggris membalikkan keputusan pada Januari lalu yang mengizinkan penggunaan perangkat Huawei dalam kapasitas terbatas.

Dowden mengatakan Perdana Menteri Boris Johnson akan meluncurkan gugus tugas untuk diversifikasi telekomunikasi yang akan dipimpin oleh eksekutif industri senior. Pejabat sedang mempertimbangkan kandidat untuk jabatan itu sekarang.

Selain kedua vendor itu, strategi diversifikasi Inggris juga akan memasukkan pemasok baru dan mendorong proyek kerja sama beberapa perusahaan. Rincian lebih lanjut tentang pendekatan akan diumumkan pada September ketika para pejabat juga akan memperkenalkan undang-undang keamanan telekomunikasi untuk memperketat standar dan meresmikan larangan Huawei menjadi hukum.

"Kenyataannya adalah Samsung atau NEC yang akan berada di posisi yang paling baik untuk memasuki pasar Inggris, meskipun ada tantangan yang signifikan di sekitar itu," katanya.

Dowden mengatakan diversifikasi dengan openRAN yang mengacu pada ekosistem teknologi nirkabel yang lebih kompetitif berdasarkan standar terbuka adalah tujuan jangka panjang yang kemungkinan akan terealisasi sekitar lima tahun lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris huawei teknologi 5G
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top