Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gara-Gara Kasus Huawei, TikTok Tunda Bikin Kantor di Inggris

TikTok dikabarkan menunda rencana pembangunan kantor pusat globalnya di Inggris, sebagai buntut konflik negara tersebut dengan Huawei.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Juli 2020  |  19:08 WIB
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA – TikTok dikabarkan menunda pembicaraan untuk membangun kantor pusat global di Inggris. Hal itu menyusul langkah Inggris yang memblokir Huawei di negara tersebut.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (19/7/2020) pejabat Partai Komunis China memperingatkan bahwa perusahaan Inggris di Negeri Panda akan menghadapi aksi balasan oleh Beijing. Hal itu merupakan buntut perlakukan Negeri Ratu Elizabeth terhadap Huawei

Sebagai bentuk kelanjutan aksi Pemerintah China tersebut, TikTok diminta untuk mengurangi interaksinya dengan Pemerintah Inggris, termasuk dalam proses pembangunan kantor pusat tersebut. Informasi itu dilaporkan oleh Sunday Times.

Sebelumnya, ByteDance Ltd., perusahaan induk dari TikTok, telah melakukan pembicaraan dengan para pejabat dari Departemen Perdagangan Internasional dan dengan kantor Downing Street milik Perdana Menteri Boris Johnson selama beberapa bulan. Adapun, kehadiran kantor TikTok tersebut diharapkan mampu menciptakan 3.000 lapangan pekerjaan baru di China.

Sejumlah pengamat menilai langkah Inggris memblokir Huawei dalam proses tender pengadaaan layanan 5G akan berdampak buruk terhadap negara tersebut. Pasalnya, Inggris saat ini sedang berupaya mempromosikan keterbukaan negaranya terhadap bisnis global, pascakeluar dari Uni Eropa

Namun, langkah Inggris kepada Huawei yang berdampak pada aksi korporasi perusahaa China lain, dinilai menjadi preseden buruk bagi negara yang dimpimpin oleh Perdana Menteri Boris Johnson  itu.

Sebelumnya, menurut laporan The Observer, langkah Inggris terhadap Huawei merupakan hasil tekanan dari Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris huawei TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top