Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks UKM dan Perusahaan Teknologi China Meningkat, Inikah Tanda Pemulihan?

Menurut survei Standard Chartered Plc. yang melibatkan ratusan perusahaan, indeks untuk perusahaan kecil dan menengah naik 53,9 pada Juli 2020. Selain itu, indeks output menguat dan pesanan ekspor mulai naik.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  15:01 WIB
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen
Pekerja mengenakan masker di pabrik milik Yanfeng Adient Seating Co. di Shanghai, China, Senin (24/2/2020). - Bloomberg/Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen di sektor teknologi China dan di antara perusahaan-perusahaan kecil membaik bulan ini sehingga memperkuat tanda-tanda pemulihan ekonomi Negeri Panda ini akan berlanjut.

Menurut survei Standard Chartered Plc. yang melibatkan ratusan perusahaan, indeks untuk perusahaan kecil dan menengah naik 53,9 pada Juli 2020. Selain itu, indeks output menguat dan pesanan ekspor mulai berkembang lagi.

"Manufaktur terus mengungguli jasa, memimpin pemulihan secara keseluruhan. Namun aktivitas di sektor jasa mulai mengejar pada Juni-Juli," kata ekonom Standard Chartered Shen Lan dan Ding Shuang, dilansir Bloomberg, Selasa (21/7/2020).

Secara khusus, industri yang dilanda pandemi seperti transportasi, real estat, katering dan akomodasi, menunjukkan momentum yang lebih kuat daripada yang lain.

Hasil yang lebih kuat akan menjadi berita baik bagi pemerintah China, yang telah berusaha menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan tanpa menggunakan stimulus besar-besaran. Sektor manufaktur dan sisi penawaran ekonomi menguat. Adapun, permintaan swasta dan konsumen masih menyusut pada semester pertama tahun ini.

Sementara itu, menurut laporan dari Kepala Ekonom China Nomura Holdings Inc., Lu Ting, indeks terpisah yang melacak sektor teknologi juga meningkat pada Juli. Namun, permintaan ekspor masih lemah dan banjir parah di China tengah akan membebani perekonomian.

Lu menyatakan, PMI China resmi tidak akan berubah pada Juli dari Juni, dan pertumbuhan akan melambat pada paruh kedua tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ukm ekonomi china
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top